Warga Tulungagung Temukan Jasad Bayi Mengapung di Sungai Brantas, Polisi Lakukan Penyelidikan
Sesosok jenazah bayi ditemukan mengambang di sungai Brantas, desa Pinggirsari, kecamatan Ngantru, Tulungagung, pada Jumat (27/6). Saat ini polisi tengah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
TULUNGAGUNG, SJP—Warga Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, digegerkan oleh penemuan jasad bayi laki-laki yang mengapung di aliran Sungai Brantas pada Jumat (27/6/2025) malam.
Bayi tersebut ditemukan tanpa pakaian, dengan tali pusar atau ari-ari yang masih menempel di badannya, menandakan bahwa bayi ini kemungkinan besar baru saja dilahirkan.
Kapolsek Ngantru, AKP Eddy Santoso, membenarkan adanya laporan dari warga terkait penemuan bayi tersebut yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Polisi pun langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Tadi sekitar pukul 18.00. Ada seorang warga bernama Widodo, usia 42 tahun, warga Desa Pinggirsari, yang menemukan jenazah bayi laki-laki tanpa busana. Kemudian ari-ari masih menempel. Setelah itu jenazah dicari kain untuk membalut tubuhnya,” ujar AKP Eddy Santoso.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati jenazah bayi sudah dalam kondisi terbungkus kain. Berdasarkan pengamatan awal, diperkirakan bayi tersebut baru saja dilahirkan, kemungkinan besar pada pagi harinya, sebelum kemudian hanyut dan ditemukan di wilayah Desa Pinggirsari. Sebelumnya jenazah bayi ditemukan mengapung di air. Kemudian oleh saksi diangkat menepi.
“Diduga bayi pagi tadi dilahirkan. Kemudian hanyut di sungai dan ditemukanlah di wilayah Desa Pinggirsari. Kayaknya masih baru itu melihat kondisi jenazahnya,” tambah AKP Eddy.
Jasad bayi tersebut kemudian dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk keperluan visum dan penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian tengah mendalami asal-usul bayi malang tersebut serta mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas dugaan pembuangan ini.
“Polisi langsung ke TKP, kemudian juga cek lokasi. Saat itu kondisi jenazah sudah terbungkus kain. Kami masih mendalami kasus ini untuk mengungkap pelaku dan motifnya. Informasi dari masyarakat sangat kami butuhkan,” pungkas AKP Eddy.
Hingga berita ini terbit, pihak berwenang masih terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti lainnya untuk mengungkap pelaku serta kronologi lengkap dari peristiwa tragis ini. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

