Wabah Campak di Sumenep Renggut 17 Nyawa Anak, Vaksinasi Massal Digelar

Sebanyak 17 anak meninggal akibat wabah campak di Sumenep, Jawa Timur. Pemerintah daerah menggelar vaksinasi massal untuk mencegah penyebaran lebih luas, sementara WHO menekankan pentingnya cakupan vaksinasi 95%.

26 Aug 2025 - 21:51
Wabah Campak di Sumenep Renggut 17 Nyawa Anak, Vaksinasi Massal Digelar
Petugas kesehatan memberikan imunisasi tambahan campak rubela dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional. (Instagram)

SUMENEP, SJP – Wabah campak menghantui Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sejak awal tahun, 17 anak meninggal dunia, sebagian besar karena tidak pernah mendapatkan imunisasi. Pemerintah daerah kini bergerak cepat dengan meluncurkan vaksinasi massal untuk mencegah penyebaran penyakit semakin meluas.

Ratusan anak terlihat mengantre di sejumlah pos pelayanan kesehatan pada Senin (25/8/2025). Program ini menyasar 78.000 anak berusia 9 bulan hingga 6 tahun.

Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, lebih dari 2.000 anak di Jawa Timur terinfeksi campak dalam delapan bulan terakhir. Dari 17 anak yang meninggal, 16 tidak pernah diimunisasi dan satu tidak menuntaskan dosis vaksinnya. Sebagian besar korban berasal dari Kabupaten Sumenep.

Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, menekankan pentingnya dukungan masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi.

“Jika tidak, campak akan menyebar lebih luas di antara anak-anak kita. Dampaknya bisa lebih fatal di masa depan,” ujarnya.

Indonesia sendiri masih menghadapi tantangan rendahnya cakupan imunisasi. Tahun lalu, hanya 72% dari 22 juta anak di bawah usia lima tahun yang menerima vaksin campak. Bahkan, di beberapa provinsi cakupannya di bawah 50 persen. Rendahnya partisipasi masyarakat, ditambah kontroversi mengenai kehalalan vaksin, menjadi faktor penghambat.

Pada 2018, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut vaksin campak-rubella yang digunakan mengandung unsur babi. Meski demikian, vaksin tersebut tetap diperbolehkan sementara hingga tersedia alternatif yang halal.

Wabah campak bukan hanya terjadi di Indonesia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 60 negara yang mengalami wabah besar pada tahun lalu. WHO melaporkan 84 persen anak di dunia sudah menerima dosis pertama vaksin campak, dan 76 persen telah mendapat dua dosis. Namun, angka itu belum cukup, karena cakupan harus mencapai 95 persen agar wabah benar-benar bisa dicegah. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow