Tunjukkan Keberagaman, Desa Lambangkuning Nganjuk Gelar Karnaval Budaya Meriah

Ribuan warga tumpah ruah di Desa Lambangkuning, Nganjuk, menyaksikan karnaval budaya Agustusan yang menampilkan kekayaan tradisi dari berbagai etnis dan budaya.

23 Aug 2025 - 16:54
Tunjukkan Keberagaman, Desa Lambangkuning Nganjuk Gelar Karnaval Budaya Meriah
Peserta karnaval menampilkan busana adat penuh warna di Desa Lambangkuning, Nganjuk, Sabtu (23/8/2025). (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalur parade budaya karnaval agustusan Desa Lambangkuning, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (23/8/2025).

Sejak pagi, masyarakat memadati jalan utama desa, mulai depan kantor desa, menyusuri Jalan Merdeka, hingga berakhir kembali di kantor desa. Jalur sepanjang rute nyaris tak tersisa ruang kosong.

Ratusan peserta karnaval tampil dengan beragam busana kreatif bernuansa budaya lintas suku dan etnis, mulai dari Jawa, Madura, Dayak, Arab, hingga Tionghoa. Suasana meriah tersaji di sepanjang barisan defile.

Setiap kelompok tampil dengan ciri khas masing-masing. Defile penari, misalnya, menonjolkan aksentuasi gerak tari dan lekukan tubuh yang atraktif. Peserta etnis Tionghoa menghadirkan dominasi warna merah lengkap dengan naga, barongsai, dan ikon khas.

“Kali ini, kami mengangkat tema Pawai Karnaval Agustusan. Kami ingin menunjukkan bahwa Desa Lambangkuning dihuni beragam masyarakat dan etnis yang hidup rukun,” ujar Toyo, koordinator panitia.

Menurut dia, keragaman budaya menjadi modal penting bagi kemajuan desa. Kreativitas masyarakat yang lahir dari tradisi bisa memperkuat kebersamaan dalam membangun desa.

“Kita punya banyak hal yang bisa dikembangkan. Hanya saja sering tidak percaya diri. Dengan karnaval budaya ini, kita bisa guyub dan rukun di desa,” tambah Toyo.

Acara berlangsung meriah sekaligus tertib. Karnaval yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia itu diikuti sekitar 1.200 peserta dari 16 RT se-Desa Lambangkuning.

Peserta menampilkan beragam kreasi mulai pakaian adat, kesenian tradisional, hingga pertunjukan modern. Sambutan hangat warga menandai antusiasme terhadap perayaan kebudayaan yang berlangsung hingga siang. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow