Tren DBD di Blitar Fluktuatif, 525 Warga Terinfeksi Tahun Ini
Tren kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Blitar tercatat fluktuatif atau naik turun. Pada tahun 2025 ini ada 525 warga terinfeksi DBD dan lima diantaranya meninggal dunia.
BLITAR, SJP - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Blitar masih menunjukan angka yang cukup tinggi pada tahun 2025 ini.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, sepanjang Januari hingga November ini tercatat ada 525 kasus DBD dengan lima di antaranya meninggal dunia.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar Miftakhul Huda mengatakan kasus DBD di wilayahnya cenderung fluktuatif dari tahun ke tahun. Namun, rata-rata kasus selama lima tahun terakhir tetap berada diatas 100 kasus per tahunnya.
"Ini penyakit bisa dicegah, harapannya bisa dicegah sebelum mengobati. Jumlah kasusnya fluktuatif, naik turun setiap tahunnya," kata dia, Jumat (28/11/2025).
Dia menjelaskan, pada tahun 2021 ada 140 kasus DBD dengan satu pasien meninggal dunia. Pada tahun 2022, ada 390 kasus dengan tiga pasien meninggal dunia.
Lalu, pada tahun 2023 ada 238 kasus. Pada tahun 2024 ada 1.359 kasus dengan 10 pasien meninggal dunia. Terakhir, pada tahun 2025 ada 525 kasus dengan lima meninggal.
"Kami terus menggencarkan sosialisasi gerakan 3M (menguras, menutup, dan mendaur ulang) untuk mencegah penularan DBD di masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama memasuki musim hujan yang rawan meningkatkan populasi nyamuk pembawa virus dengue. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

