Tradisi Rebo Wekasan di Suci Gresik Jadi Refleksi Dampak Kerusakan Lingkungan
Sumber air di Sendang Sono, Desa Suci, Kecamatan Manyar, mengering. Warga setempat menduga kekeringan itu imbas dari kerusakan lingkungan di Gunung Suci yang menjadi sumber air.
GRESIK, SJP — Tradisi Rebo Wekasan di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, tidak hanya menjadi perwujudan rasa syukur masyarakat.
Namun sejumlah warga juga melihat bahwa tradisi Rebo Wekasan ini menjadi refleksi dampak kerusakan lingkungan yang dirasakan di Desa Suci setempat.
Dampaknya, bahwa seluruh sumber air di Sendang Sono yang menjadi simbol tradisi Rebo Wekasan Desa Suci selama bertahun-tahun kini mengering.
Setidaknya ada empat telaga sumber air berukuran besar yang dahulunya menjadi pusat kehidupan warga.
Sekarang telaga itu sudah mengering dan tiga di antaranya beralihfungsi menjadi gedung, serta lapangan olahraga.
Satu-satunya telaga Sendang Sono yang masih ada diisi air pengeboran dan air PDAM dan dimanfaatkan warga sebagai budidaya kolam ikan lele.
"Dulunya telaga-telaga ini dimanfaatkan warga setempat untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan warga luar desa kesini untuk mencari air bersih," kata salah satu tokoh warga Desa Suci, Mustain, Kamis (21/8/2025).
Mustain menduga, keringnya telaga-telaga itu disebabkan oleh kerusakan lingkungan yang ada di Gunung Desa Suci.
Gunung Desa Suci yang dahulunya menjulang hijau tinggi, sekarang rusak akibat aktivitas tambang ulah manusia.
Ia juga menyebut, banyaknya alih fungsi lahan bukit Gunung Suci itu menjadi perumahan turut menjadi biang hilangnya sumber air yang mengaliri telaga.
"Ya karena Gunung Suci itu dikeruk sekarang rusak. Dulu warga menambang dengan alat seadanya diamankan aparat dengan alasan merusak lingkungan. Tetapi memakai mesin berat dibiarkan dikeruk sampai rusak," jelasnya.
Menurut dia, bisa dilihat penampakan sekarang Gunung Suci dipenuhi tebing-tebing bekas aktivitas tambang terbengkalai.
Bekas aktivitas tambang itu tidak di rehabilitasi atau dipulihkan seperti semula.
Ia berharap, melalui dampak lingkungan ini tidak kembali di wilayah lain seperti Kecamatan Bungah, Gresik, yang banyak ditemui aktivitas tambang serupa.
"Kita menyesalkan kebijakan pemerintah yang mengakibatkan kerusakan lingkungan Desa Suci," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

