Temukan 7 Titik Potensial, Tim Sar Gabungan Fokus Cari Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya

Fokus pencarian KMP Tunu Pratama Jaya kini mengerucut ke tujuh titik bawah laut, dengan satu lokasi kuat diduga sebagai bangkai kapal yang hilang di Selat Bali.

08 Jul 2025 - 16:07
Temukan 7 Titik Potensial, Tim Sar Gabungan Fokus Cari Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya
Upaya pencarian KMP Tunu Pratama Jaya terus dilakukan di beberapa titik, termasuk kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi (Koarmada II for SJP)

SURABAYA, SJP - Pencarian terhadap KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali memasuki fase baru. Setelah sepekan upaya penyelamatan dilakukan, kini fokus diperluas dengan pendekatan teknologi bawah laut untuk menemukan titik keberadaan kapal.

KMP Tunu Pratama Jaya membawa 53 penumpang dan 12 kru saat mengalami kecelakaan laut pada Rabu malam, (2/7/2025). Hingga hari keenam pascakejadian, 30 orang ditemukan selamat, enam dinyatakan meninggal dunia, dan 29 lainnya masih dalam pencarian.

Ada 7 Referensi Titik yang Dicurigai

Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya mengungkapkan bahwa tim dari Pushidrosal telah melakukan survei permukaan laut secara menyeluruh dan menemukan tujuh referensi titik bawah laut yang dicurigai sebagai lokasi bangkai kapal.

Salah satunya, yakni titik ketujuh disebut menunjukkan karakteristik yang sangat mirip dengan bentuk KMP Tunu Pratama Jaya.

"Dari ketujuh titik itu, satu lokasi yang sangat kuat menunjukkan ciri-ciri kapal target. Kami kini fokus pada titik tersebut," ucap Laksda Alit, Selasa (8/7/2025).

Penggunaan ROV dalam Pencarian

Untuk memverifikasi dugaan tersebut, TNI AL juga telah menerjunkan alat Remotely Operated Vehicle (ROV) pada Selasa pagi guna melakukan pencitraan dan pengamatan visual bawah laut.

ROV akan mendeteksi struktur dan kontur benda yang ditemukan di kedalaman sekitar 40–60 meter, kawasan dengan arus cukup kuat.

"ROV sudah kami turunkan pagi ini. Kami berharap segera mendapatkan hasil visual untuk memastikan apakah itu benar bangkai kapal," lanjutnya.

Dalam operasi tersebut, TNI AL bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Basarnas, Dinas Navigasi Kementerian Perhubungan, serta unsur SAR lainnya. Koarmada II juga mengerahkan unsur kapal perang, pesawat udara, hingga penyelam khusus.

Sementara itu, pencarian terhadap korban yang masih hilang tetap dilakukan sembari menunggu hasil verifikasi bangkai kapal.

Pangkoarmada II menegaskan komitmen penuh TNI AL dalam mendukung operasi tersebut sampai seluruh korban dan kapal ditemukan.

"Kami akan terus mendukung dan bekerja maksimal sampai proses evakuasi benar-benar tuntas," tegas Laksda Alit. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow