Tembang Kenangan Hangatkan Reuni Alumni FH UNEJ ’76 di Tuban
Alumni Fakultas Hukum Universitas Negeri Jember (UNEJ) angkatan 1976 menggelar reuni di Tuban. Acara yang dipusatkan di kediaman Sujarwoto Tjondronegoro itu dihadiri sekitar 60 orang dan berlangsung selama tiga hari.
TUBAN, SJP – Suasana hangat penuh nostalgia mewarnai temu kangen alumni Fakultas Hukum (FH) Universitas Negeri Jember (UNEJ) angkatan 1976 yang digelar di Tuban, Rabu (17/9/2025).
Pertemuan yang berlangsung di kediaman Sujarwoto Tjondronegoro atau akrab disapa Mas Totok, di Perum Bukit Karang AK9, dihadiri sekitar 60 alumni dari berbagai daerah di Indonesia.
Agenda reuni ini juga dilanjutkan di sebuah restoran dan hotel ternama di Tuban, dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
“Ini agenda tahunan. Tahun sebelumnya kami gelar di Semarang, kali ini di Tuban,” ujar Sujarwoto kepada suarajatimpost.
Salah satu guru besar Universitas Merdeka Malang, Prof. Bambang Satria, yang turut hadir, mengaku bangga dengan soliditas dan kebersamaan yang terus terjaga di antara para alumni FH UNEJ 1976.
“Selain ajang silaturahmi, forum ini juga menjadi ruang diskusi personal yang bermanfaat,” kata Bambang.
Di sela acara, Bambang juga menyinggung kondisi nasional, khususnya terkait melemahnya perekonomian Indonesia.
Menurutnya, ada sejumlah faktor yang memengaruhi, mulai dari kebijakan pemerintahan, dinamika lokal dan global, hingga adanya pihak-pihak yang ingin kondisi negara tidak baik-baik saja.
“Kita harus hati-hati dengan yang ingin negara kita ini tidak baik-baik saja,” tegas Guru Besar Hukum Tata Negara tersebut.
Ia juga berpesan agar masyarakat mencintai negeri, menjaga stabilitas politik, serta mendukung jalannya pemerintahan yang baru saja terpilih.
“Kalau ingin bermain dalam dinamika politik Indonesia, ya melalui mekanisme perundang-undangan yang ada, lewat pemilu lima tahun mendatang,” tambahnya.
Reuni yang dikemas dengan tembang kenangan itu diharapkan semakin mempererat ikatan alumni sekaligus menjadi momentum untuk menyuarakan semangat kebangsaan di tengah dinamika nasional. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

