Teknologi Flex-Phos Pabrik Petrokimia Gresik Genjot Kapasitas Produksi Pupuk NPK Subsidi

Inovasi teknologi ini menghilangkan potensi kerugian Rp8,92 miliar setiap bulan atau Rp107,1 miliar per tahun akibat kehilangan produksi pupuk fosfat. Sebaliknya, inovasi ini menghasilkan keuntungan langsung bagi perusahaan sebesar Rp175,86 miliar per tahun dari produksi pupuk NPK dan pupuk fosfat yang sebelumnya tidak dapat dilakukan.

31 Oct 2025 - 15:59
Teknologi Flex-Phos Pabrik Petrokimia Gresik Genjot Kapasitas Produksi Pupuk NPK Subsidi
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob. (Foto: Istimewa/))

GRESIK, SJP - Petrokimia Gresik berhasil meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK bersubsidi melalui teknologi Flex-Phos. Perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu menciptakan teknologi Flex-Phos setelah memodifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan, Pabrik Fosfat I yang sebelumnya mengalami keterbatasan dalam fleksibilitas produksi dan hanya bisa digunakan untuk produksi pupuk fosfat. Ia menyebut perlu dilakukan modifikasi agar dapat tetap beroperasi secara optimal. 

Melalui modifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V, pabrik ini semakin andal dan mampu memproduksi pupuk NPK Chemical Reaction, dengan tidak meninggalkan kemampuannya memproduksi pupuk fosfat (SP-36, SP-26, dan Phosgreen).

"Pabrik ini dapat memproduksi NPK dengan jumlah yang lebih banyak, sehingga dapat memastikan ketersediaan pupuk nasional dengan kualitas unggul, sekaligus meningkatkan omzet serta daya saing bagi Petrokimia Gresik," kata Daconi, dalam keterangannya, Jumat (31/10/2025).

Daconi menjelaskan, implementasi inovasi ini memberikan dampak positif bagi perusahaan. Dari segi kualitas, pupuk NPK dan pupuk fosfat yang dihasilkan sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kemudian dari aspek biaya, inovasi ini menghilangkan potensi kerugian Rp8,92 miliar setiap bulan atau Rp107,1 miliar per tahun akibat kehilangan produksi pupuk fosfat.

Sebaliknya, inovasi ini menghasilkan keuntungan langsung bagi perusahaan sebesar Rp175,86 miliar per tahun dari produksi pupuk NPK dan pupuk fosfat yang sebelumnya tidak dapat dilakukan.

Daconi menambahkan, inovasi ini juga memberikan value creation kepada perusahaan sebesar Rp23,1 miliar serta memberikan penghematan biaya investasi proyek dengan skema swakelola senilai Rp28,2 miliar.

"Secara keseluruhan, Teknologi Flex-Phos tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi dan menekan biaya operasional, tetapi juga memastikan keberlanjutan produksi pupuk di dalam negeri," jelasnya. 

Teknologi Flex-Phos ini juga turut dipamerkan dalam ajang Pupuk Indonesia Quality and Innovation (PIQI) 2025 yang digelar di Gresik, Rabu (29/10/2025). Dihadiri jajaran Direktur Utama dan komisaris Pupuk Indonesia, teknologi pabrik Petrokimia Gresik ini berhasil menjadi salah satu inovasi terbaik.

"Proyek Phonska V dengan Teknologi Flex-Phos merupakan langkah strategis Petrokimia Gresik untuk memenuhi kebutuhan pupuk NPK yang terus meningkat, serta menjawab tantangan industri pupuk di masa depan. Diharapkan pabrik ini akan memperkuat pertanian Indonesia dan memastikan ketersediaan pupuk berkualitas," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow