Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Kediri Melonjak Tajam Selama Libur Lebaran
Secara umum, tren kunjungan wisata di Kabupaten Kediri mengalami peningkatan bertahap sejak awal liburan sekolah pada 14 Maret dan mencapai puncaknya pada 22–23 Maret 2026. Lonjakan ini didominasi oleh wisatawan domestik, dengan kontribusi terbesar berasal dari destinasi unggulan seperti Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Gunung Kelud, dan kawasan Waduk Siman.
KEDIRI, SJP – Kabupaten Kediri memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan. Selama musim libur Lebaran, jumlah wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Bumi Panjalu mengalami peningkatan signifikan.
"Alhamdulillah luar biasa. Peningkatannya luar biasa selama musim libur Lebaran kali ini," tutur Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, Adi Mustika Prayitno, Senin (30/03/2026).
Secara umum, tren kunjungan wisata di Kabupaten Kediri mengalami peningkatan bertahap sejak awal liburan sekolah pada 14 Maret dan mencapai puncaknya pada 22–23 Maret 2026.
Lonjakan ini didominasi oleh wisatawan domestik, dengan kontribusi terbesar berasal dari destinasi unggulan seperti Monumen Simpang Lima Gumul (SLG), Gunung Kelud, dan kawasan Waduk Siman.
"Memang dari luar kota yang banyak. Karena pas kebetulan momentum Lebaran, mereka mudik dan manfaatkan waktu luang untuk berlibur di sini," tuturnya lagi.
Berdasarkan data kunjungan, total wisatawan yang tercatat mencapai 58.698 orang untuk periode 14 Maret sampai 24 Maret. Monumen SLG menjadi salah satu destinasi favorit dengan total 31.423 pengunjung, disusul kawasan wisata Siman dengan 11.975 wisatawan, Gunung Kelud sebanyak 5.196 wisatawan, serta kawasan wisata Besuki yang mencapai 2.658 wisatawan.
"Kawasan Siman yang tercatat di Waduk (Siman). Memang ramai pengunjung waduk," tambahnya.
Sementara itu, destinasi lain seperti Sumber Ubalan mencatat 2.015 pengunjung, Taman Corah Pare 324 pengunjung, Gronjong Wariti 3.081 pengunjung, serta Bukit Gandrung Kandangan sebanyak 2.026 pengunjung.
Peningkatan mulai terlihat sejak 20 Maret 2026, di mana hampir seluruh destinasi mengalami kenaikan jumlah pengunjung. Lonjakan paling signifikan terjadi pada 22 hingga 23 Maret 2026. Sebagai contoh, pengunjung Monumen SLG meningkat tajam dari 2.226 orang pada 21 Maret menjadi 6.768 orang pada 22 Maret, dan kembali naik menjadi 9.240 orang pada 23 Maret.
Hal serupa terjadi di Gunung Kelud yang melonjak dari 300 pengunjung pada 21 Maret menjadi 900 orang pada 22 Maret, dan mencapai 1.503 orang pada 23 Maret. Selain kunjungan wisatawan dalam negeri, tercatat pula kunjungan wisatawan mancanegara yang berasal dari Pakistan, Singapura, dan Amerika Serikat.
Peningkatan signifikan jumlah wisatawan ini turut berdampak positif pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. "Kalau hari biasa (pendapatan) 1 digit, kalau saat liburan ini bisa tembus 2 digit," jelas Mustika.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kediri akan melakukan sejumlah langkah untuk terus menarik minat dan meningkatkan durasi kunjungan wisatawan di Kabupaten Kediri.
"Pasti kita perlu untuk meningkatkan bagaimana agar wisatawan itu datang ke Kabupaten Kediri. Pembinaan, aksesibilitas berupa jalan, tempat-tempat pendukung, amenitas seperti toilet dan lain-lain, wahana-wahana itu diperbaiki dan ditambah. Untuk meningkatkan wisatawan yang masuk ke Kabupaten Kediri," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

