Talk Show “Ayo Perangi Narkoba” Jadi Wadah Edukasi dan Kolaborasi di Bojonegoro

Kapolres Bojonegoro menegaskan pemberantasan narkotika butuh sinergi semua pihak. Talk show “Ayo Perangi Narkoba” digelar sebagai ruang edukasi, kolaborasi, dan komitmen membangun generasi bebas narkoba.

28 Jul 2025 - 13:24
Talk Show “Ayo Perangi Narkoba” Jadi Wadah Edukasi dan Kolaborasi di Bojonegoro
Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi saat menyampaikan pemaparan dalam talk show “Ayo Perangi Narkoba” di Bojonegoro. Kegiatan ini mendorong sinergi lintas elemen dalam perang melawan narkotika. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORO, SJP — Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak dapat dibebankan hanya kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat secara aktif.

Hal itu disampaikan dalam talk show bertajuk Ayo Perangi Narkoba yang digelar pada Ahad malam (27/7/2025).

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada sinergi antara aparat, pemerintah, lembaga terkait, dan tentunya masyarakat. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tegas AKBP Afrian.

Dia juga menyoroti pentingnya edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan, khususnya kepada generasi muda. Menurutnya, langkah preventif perlu dimulai dari rumah dan lingkungan sekitar, agar generasi mendatang tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan bebas dari jerat narkotika.

“Kita ingin mencetak generasi emas, generasi yang bukan hanya cerdas, tapi juga berakhlak dan memiliki ketahanan terhadap pengaruh negatif, termasuk narkoba,” tambahnya.

Talk show yang berlangsung secara interaktif ini menjadi ruang dialog antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam merumuskan strategi pemberantasan narkotika. Diskusi juga membahas pentingnya membangun ketahanan sosial serta peran pemuda sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam sambutannya menyatakan komitmen penuh pemerintah kabupaten untuk mendukung upaya pencegahan dan rehabilitasi penyalahgunaan narkotika. Dia menyebut bahwa edukasi adalah ujung tombak dalam membentengi generasi muda dari ancaman narkoba.

“Pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penindakan. Edukasi yang intensif dan berkelanjutan adalah kunci membangun masyarakat yang sehat dan kuat,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, Hari Prianto, menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif antarlembaga serta peran aktif masyarakat dalam deteksi dini terhadap peredaran narkotika.

“Talk show ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan, tetapi juga wujud nyata dari semangat kolektif untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Sebuah langkah awal yang diharapkan bisa menjalar ke berbagai lini kehidupan masyarakat,” tandasnya. (**)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow