Tahun ini, Target Investasi Kota Batu Ditingkatkan 33,33 Persen
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu, Dyah Lies Tina, mengungkapkan bahwa peningkatan target ini didasarkan pada prospek investasi yang menjanjikan di sejumlah sektor. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025, pihaknya yakin target ambisius tersebut dapat tercapai.
KOTA BATU, SJP - Pemerintah Kota Batu menaikkan target realisasi investasi tahun ini sebesar 33,33 persen dari tahun sebelumnya. Setelah capaian pertumbuhan investasi pada 2024 berhasil melebihi target, Pemkot Batu optimistis bisa meraih angka Rp 1,12 triliun pada 2025, naik dari target sebelumnya sebesar Rp 840 miliar.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batu, Dyah Lies Tina, mengungkapkan, peningkatan target ini didasarkan pada prospek investasi yang menjanjikan di sejumlah sektor. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025, pihaknya yakin target ambisius tersebut dapat tercapai.
“Tahun 2025 target investasi memang ditingkatkan jadi Rp 1,12 triliun. Meski angka yang ditargetkan cukup tinggi, kami optimistis angka itu dapat tercapai,” jelas Dyah saat ditemui belum lama ini.
Ia menilai, sektor pariwisata tetap menjadi primadona bagi para investor, dengan kontribusi mencapai 50 persen dari total investasi tahun sebelumnya. Pertumbuhan sektor-sektor penunjang pariwisata di Kota Batu juga dinilai memperkuat ekosistem investasi secara keseluruhan.
Tingginya angka kunjungan wisata yang mencapai belasan juta tiap tahun dipandang sebagai potensi besar yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, terutama di bidang perhotelan dan kuliner.
Selain pariwisata, Pemkot Batu juga mendorong sektor pertanian untuk turut menyumbang investasi. Dyah menyebutkan komoditas unggulan seperti jeruk, apel, kentang, dan wortel dari Kota Batu masih memiliki daya tarik tinggi bagi investor.
Untuk mencapai target tersebut, sejumlah langkah strategis disiapkan, seperti sosialisasi kemudahan izin investasi, penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang kemudahan berinvestasi, serta penguatan sistem informasi potensi dan peluang investasi (SIPPOIN).
“Kami juga sedang menyusun Investment Project Ready to Offer (IPRO) untuk menarik minat investor. Kami optimistis targetnya bisa tercapai dengan serangkaian strategi tersebut," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

