Tahun Ini, Kasus DBD di Kota Batu Turun Hingga 65 Persen

Salah satu langkah penting yang harus terus dilakukan oleh masyarakat adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus.

15 May 2025 - 18:47
Tahun Ini, Kasus DBD di Kota Batu Turun Hingga 65 Persen
Kader Jumantik yang tengah membersihkan jentik nyamuk di rumah warga Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Dinas Kesehatan Kota Batu mencatat penurunan drastis kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang Januari hingga April 2025.

Berdasarkan data dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penanganan Bencana, jumlah kasus DBD pada periode tersebut tercatat sebanyak 66 kasus. Jumlah ini menunjukkan penurunan sebesar 65 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2024, yang mencapai 189 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu Susana Indahwati pada Kamis (15/5/2025) mengapresiasi tren penurunan ini, namun mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga. Salah satu langkah penting yang harus terus dilakukan oleh masyarakat adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus.

"PSN disarankan dilakukan minimal satu kali dalam seminggu untuk memastikan siklus nyamuk Aedes aegypti sebagai pembawa virus DBD dapat terputus. Jadi penanggulangan DBD bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat," urainya.

Di mana menjaga kebersihan rumah dan lingkungan merupakan langkah nyata yang bisa dilakukan bersama untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Kesadaran masyarakat akan pentingnya PSN menjadi faktor kunci dalam menekan jumlah kasus setiap tahunnya.

Dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD, Dinkes Batu bersama seluruh puskesmas di Kota Batu sampai saat ini juga terus aktif melakukan berbagai kegiatan edukasi, baik melalui kegiatan langsung di lapangan maupun media sosial.

Selain itu, Dinkes juga menyediakan abate secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Abate ini bisa diperoleh dengan menghubungi puskesmas, desa, atau kelurahan setempat.

"DBD merupakan penyakit yang sangat dipengaruhi oleh faktor iklim dan lingkungan. Musim hujan dan pancaroba menjadi waktu yang sangat ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk secara aktif melakukan PSN, terutama di lingkungan rumah masing-masing," imbuhnya.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, menjaga daya tahan tubuh juga penting agar tidak mudah terserang penyakit. Masyarakat disarankan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengelola stres, dan cukup beristirahat.

Sehingga, apabila mengalami demam lebih dari tiga hari, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan dini dan mencegah kondisi yang lebih berat.

"Dengan kerja sama semua pihak dan kepedulian bersama, Kota Batu diharapkan dapat terus menekan angka kasus DBD dan melindungi kesehatan warganya sepanjang tahun," pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow