Bagikan Sayur Gratis ke Mak-Mak, Polisi di Blitar Ajarkan Keselamatan Berkendara
Satlantas Polres Blitar Kota kembali turun ke lapangan menyasar kaum perempuan atau emak-emak untuk mensosialisasikan tentang keselamatan berkendara.
KOTA BLITAR, SJP—Kelakuan pengendara wanita khususnya mak-mak kadang membuat geleng kepala. Paling sering terjadi, pengendara mak-mak menyalakan lampu sein kiri, tapi malah belok ke kanan.
Bahkan, kelakuan mak-mak dalam berkendara yang sering melanggar aturan lalu lintas ini sering disebut dengan "the power of mak-mak".
Terkait dengan hal ini dan bersamaan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025, Satlantas Polres Blitar Kota mengajarkan tentang keselamatan berkendara kepada para orang tua khususnya mak-mak yang mengantar anaknya ke sekolah, sambil memberikan sayur gratis.
"Hari ini kebetulan Jumat berkah, kami bagi-bagi sayur ke mak-mak yang antar anaknya sekolah. Kami sudah mengajarkan atau menyampaikan informasi tentang keselamatan berkendara dan aturan yang wajib dipatuhi. Karena juga bertepatan dengan pelaksanaan operasi patuh semeru 2025," terang Kasatlantas Polres Blitar Kota AKP Agus Prayitno, Jumat (18/7/2025).
Ada beberapa hal yang ditekankan kepada mak-mak. Seperti penggunaan helm tidak hanya berlaku untuk orang dewasa, tetapi juga kepada anak-anak, saat mengantar maupun menjemput sekolah. Kemudian, harus memperhatikan lampu sein motor yang benar dan tepat, hingga dilarang menerobos lampu merah di traffic light.
"Kepada bapak/ibu yang mengantar sekolah kami sampaikan harus pakai helm, tidak hanya orang tuanya, tapi juga anaknya. Saya lihat tadi sebagian ada yang sudah pakai helm dan ada beberapa yang belum. Ini penting karena untuk keselamatan bersama," ujarnya.
Sementara itu, salah satu mak-mak bernama Lia, warga Kepanjenlor, Kota Blitar, mengaku tidak mengetahui jika saat ini sedang dilaksanakan Operasi Patuh Semeru 2025. Namun, dia memastikan dirinya telah memahami aturan lalu lintas, dan memiliki surat izin mengemudi (SIM).
"Dapat sayur senang, bisa buat masak. Gak tau juga kalau ada operasi patuh, tapi saya lengkap ini. Pakai helm dan sudah punya SIM," katanya.
Wali murid lain bernama Santi mengungkapkan, kegiatan sosialisasi keselamatan berkendara di lingkungan sekolah saat kaum mak-mak mengantarnya anaknya, baru dia temui saat ini.
Dia mengaku senang, karena mendapat informasi mengenai keselamatan berkendara sekaligus mendapat sayur mayur untuk dimasak di rumah.
"Baru kali ini ya, tadi dapat tempe. Alhamdulillah tidak repot lagi belanja, sudah dapat dari sini setelah mengantar anak sekolah," imbuhnya
Lanjut AKP Agus, hampir seminggu pelaksanaan Operasi Patuh Semeru, mayoritas pelanggaran yang ditemukan adalah anak di bawah umur berkendara di jalan raya.
Dalam hal ini, polisi masih memberikan teguran, dan seminggu ke depan bagi pengendara yang melanggar aturan lalu lintas akan diberikan penindakan berupa penilangan. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

