Sentimen Perguruan Silat Picu Pembacokan di Gresik, 6 Orang Digulung, Belasan Lainnya Buron

Para pelaku sengaja mengincar warga atau anggota kelompok lain yang mengenakan atribut organisasi berbeda.

07 Jan 2026 - 09:59
Sentimen Perguruan Silat Picu Pembacokan di Gresik, 6 Orang Digulung, Belasan Lainnya Buron
Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Rivalitas menyimpang antar-oknum perguruan silat kembali memicu aksi kekerasan jalanan di wilayah hukum Polres Gresik. 

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Gresik berhasil meringkus enam anggota gangster yang terafiliasi dengan salah satu organisasi perguruan silat setelah melakukan pengeroyokan brutal dan penjarahan di dua titik berbeda.

Hingga Rabu (7/1/2026), polisi masih memburu sedikitnya 14 orang lainnya yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Penangkapan ini merupakan respons cepat pihak kepolisian atas video viral aksi kekerasan yang terjadi pada Ahad (4/1/2026) dini hari di Kecamatan Dukun dan Panceng.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, menegaskan bahwa aksi premanisme ini berakar dari sentimen kelompok perguruan silat. 

Para pelaku sengaja mengincar warga atau anggota kelompok lain yang mengenakan atribut organisasi berbeda.

"Motif utamanya adalah perampasan atribut milik perguruan silat lain. Namun, aksi ini berkembang menjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) di mana gerombolan ini juga merampas ponsel milik warga secara acak," ungkap AKP Arya di Mapolres Gresik, Rabu (7/1/2026).

Berdasarkan data kepolisian, tiga unit ponsel milik warga raib digondol kelompok ini saat mereka menyisir wilayah Dukun dan Panceng.

Fakta mengejutkan terungkap dari proses penyidikan. Dari enam orang yang telah diamankan, lima di antaranya masih berstatus sebagai anak di bawah umur atau Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). Hanya satu pelaku yang telah dikategorikan sebagai usia dewasa.

"Saat ini status mereka masih saksi untuk pendalaman lebih lanjut. Namun, dari hasil pemeriksaan, satu pelaku dewasa teridentifikasi sebagai pelaku utama pemukulan, sementara lima lainnya ikut serta dalam rombongan di lokasi kejadian," jelas AKP Arya.

Kepolisian saat ini tengah memfokuskan pengejaran terhadap otak di balik aksi gangster ini yang diduga kuat merupakan sosok yang menggerakkan massa untuk melakukan sweeping dan penyerangan.

Aksi yang terekam kamera CCTV tersebut memperlihatkan betapa beringasnya gerombolan pemuda ini. Salah satu korban, Ahmad Zaki Syarifuddin (22), menjadi sasaran empuk saat dirinya hendak membeli nasi goreng. 

Tanpa provokasi yang jelas, Zaki dikeroyok secara membabi butu hingga mengalami luka bacok dan luka lebam serius di sekujur tubuhnya.

Pihak Polres Gresik menyatakan perang terhadap segala bentuk gangguan kamtibmas yang mengatasnamakan kelompok atau perguruan tertentu. 

Polisi mengimbau pimpinan organisasi bela diri untuk lebih ketat membina anggotanya agar tidak terjebak dalam aksi gangsterisme yang merusak citra organisasi.

"Kami tidak akan memberikan ruang bagi premanisme di Gresik. Kami pastikan sisa pelaku akan terus kami kejar hingga tertangkap," tamdas AKP Arya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow