Sempat Viral, Pengamen Wanita di Gresik Diusulkan Ulang Jadi Penerima Bansos

Pengamen asal Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, ternyata sudah tercatat di DTSEN. Namun hal tersebut sempat terkendala sehingga bantuan sosial pemerintah tak bisa cair.

09 Jul 2025 - 15:05
Sempat Viral, Pengamen Wanita di Gresik Diusulkan Ulang Jadi Penerima Bansos
Kantor Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP—Perangkat Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, membenarkan bahwa Siti Kholilah, pengamen wanita yang sempat viral, merupakan warga setempat. 

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Kelurahan Lumpur, Johni Sukwanto mengatakan, Kholilah sudah tercatat di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang sekarang beralih ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Johni menyebut, Kholilah tercatat pernah berpindah domisili ke Kalimantan. Sehingga bantuan sosial (bansos) DTSEN tersebut ditangguhkan.

"Siti Kholilah sebenar sudah masuk di DTKS. Tapi menurut data, sekitar tahun 2022 ketika akan mendapat BLT (bantuan langsung tunai), dia pindah domisili ke Kalimantan. Akhirnya dana itu dikembalikan. Kemudian bantuan berikutnya tidak keluar," ucapnya, Rabu (9/7/2025).

Meski begitu, kata Johni, Siti Kholilah masih tercatat di DTSEN Kementerian Sosial (Kemensos) sampai sekarang. Sehingga Siti Kholilah sudah masuk dalam daftar antrean penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

"Saya sudah berkoordinasi dengan pendamping PKH. Jika selama ini tidak mendapat bantuan karena tahun 2022 itu dikembalikan," jelasnya. 

Johni menambahkan, bantuan bisa didapatkan kembali oleh warga yang tercatat di DTSEN Kemensos apabila melaporkan kembali domisilinya.

"Silakan dari pihak Siti Kholila melaporkan ke kita, agar kita mengusulkan kembali," jelasnya. 

Sementara itu, adik kandung Siti Kholilah, Iriana, membenarkan bahwa kakaknya tersebut sempat berpindah domisili ke Kalimantan mengikuti suaminya bekerja. 

Dia mengungkapkan, kepindahan domisili itu hanya berlangsung satu tahun. Perpindahan itu karena faktor ekonomi. Namun akhirnya, Kholilah kembali pulang ke Kelurahan Lumpur, Gresik. 

"Ya memang pernah merantau ke Kalimantan ikut suaminya. Setahun lalu pulang," ungkapnya. 

Iriana juga menyampaikan, bahwa tidak ada penyampaian dari pihak kelurahan atau pendamping PKH soal kakaknya sudah tercatat DTSEN dan berhak menerima bantuan. 

Sejauh ini, Siti Kholilah berjuang sendiri mencari rupiah dengan berbagai cara, bekerja hingga mengamen.

"Tidak ada pemberitahuan (bantuan). Jadi kita juga tidak tahu," pungkasnya. 

Diketahui sebelumnya, kondisi ekonomilah yang memaksa Kholilah mencari rupiah dengan mengamen. Meski memiliki suami dari pernikahan siri, Kholilah tidak dinafkahi setiap hari. 

Kholilah hanya dinafkahi suaminya sekitar Rp30 ribu sehari. Terkadang juga tidak sama sekali. Suaminya sudah berusia tua dan bekerja serupa sebagai pengamen badut.

Kholilah hidup dengan dua anak yang selalu dia bawa ketika mengamen di jalan. Kholilah kemudian viral di media sosial setelah dirinya meminta bantuan modal usaha kepada seorang konten kreator. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow