Sempat Naik Drastis, Harga Cabai di Malang Kini Beranjak Turun
Fakta mulai menurunnya harga cabai bisa dilihat di Pasar Pakis, Kabupaten Malang
MALANG,SJP — Masuknya musim hujan sejak akhir tahun 2024 lalu, memicu kenaikan harga cabai rawit di Kabupaten Malang. Bahkan sempat mencapai Rp 105 ribu per kilogram.
Harga eceran tertinggi (HET) cabai rawit pada laman SI-HARKEPO Malang.kab menunjukan harga Rp 80.000 per tanggal 14 Januari 2025. Sebelumnya di harga Rp 27.000 per kilogram.
Namun kini, harga cabai rawit di Pasar Pakis Kabupaten Malang, sudah mulai menurun. Beberapa pedagang sayur mengaku sudah mendapatkan harga modal Rp 65.000 per kilogram.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Avicenna M Saniputra mengatakan, kenaikan harga cabai pekan lalu bisa disebabkan oleh musim hujan.
Faktor cuaca itu mengakibatkan terjadinya gagal panen. Sehingga stok cabai menipis. Sementara di sisi lain, permintaan pasar terhadap cabai tinggi.
"Sekarang siklusnya orang-orang sedang mulai tanam. Ada yang panen, tapi tidak bisa tanam karena faktor cuaca," terangnya saat dikonfirmasi, Kamis (16/1/2025).
Menurutnya, saat musim hujan tiba, semua tanaman mengalami hambatan pada saat menjelang panen. Namun harga diprediksi kembali stabil ketika hasil panen melimpah.
Atas kenaikan harga cabai beberapa waktu lalu, pihaknya terus berkoordinasi dengan para kelompok tani agar sedapat mungkin tetap surplus.
Pihaknya juga meminta agar petani rutin mengendalikan hama. Terlebih lagi ketika kondisi hujan, serangan hama akan semakin masif.
“Sebenarnya cabai kita surplus. Karena itu tadi, adanya masa tanam, barang sedikit di pasar akhirnya naik," terangnya.
Pihaknya berharap segera menemukan solusi atas minimnya komoditas yang banyak digandrungi para pecinta masakan pedas itu.
"Pengaruh cuaca memang sangat besar. Jadi solusi alternatif bisa menggunakan sistem terkendali dan produktivitas bisa stabil," tutupnya.
Menurut salah satu pedagang sayur, Kusnul, kelangkaan menjadi sebab naiknya harga cabai. Sebab harga bahan pokok lainnya tetap stabil. Meski ada, naiknya tidak signifikan.
"Tadi saya dapat di harga Rp 65 ribu per kilogram. Mungkin kalau dari petani bisa dapat harga Rp 50 ribu,” terangnya, Kamis (16/1/2025).
Kusnul menambahkan, akan tibanya bulan Ramadan juga bisa menjadi faktor naiknya harga cabai. Jika demikian, maka harga bahan pokok lain juga berpotensi naik.
"Sering terjadi kalau mau bulan puasa. Kita mengikuti saja harganya. Terkait penjualan sesuai dengan harga modal beli berapa, ambil untung berapa," tutupnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

