Semeru Kembali Erupsi di Penghujung Tahun, Abu Setinggi 900 Meter Mengarah ke Tenggara
Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi disertai lontaran abu vulkanik tebal yang memicu peringatan dini bagi warga di lereng gunung.
LUMAJANG, SJP — Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik tepat pada penghujung tahun, Rabu (31/12/2025).
Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi disertai lontaran abu vulkanik tebal yang memicu peringatan dini bagi warga di lereng gunung.
Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, erupsi tercatat terjadi pada pukul 06.29 WIB.
Tinggi kolom letusan teramati mencapai 900 meter di atas puncak atau sekitar 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Petugas Pos Pantau Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, mengonfirmasi aktivitas seismik ini terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, condong mengarah ke timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan durasi 125 detik," ujar Sigit pada Rabu (31/12/2025).
Hingga saat ini, PVMBG masih menetapkan status Gunung Semeru pada Level III atay Siaga.
Meski belum ada laporan mengenai dampak kerusakan fisik maupun korban jiwa, otoritas terkait memperingatkan adanya potensi bahaya sekunder yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama Awan Panas Guguran (APG) dan banjir lahar dingin mengingat kondisi cuaca yang fluktuatif.
Guna mengantisipasi risiko jatuhnya korban, PVMBG mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat dan wisatawan.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.
Hal ini dikarenakan potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat mencapai jarak 17 kilometer dari puncak.
Larangan beraktivitas juga berlaku dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
"Masyarakat agar tetap tenang namun waspada, serta selalu mematuhi rekomendasi teknis dari petugas di lapangan untuk menghindari area terdampak perluasan awan panas," tegas Sigit.
Pemerintah daerah melalui BPBD Lumajang terus melakukan pemantauan intensif terhadap pemukiman yang berada dalam peta rawan bencana guna memastikan langkah mitigasi berjalan cepat jika aktivitas vulkanik terus meningkat. (**)
Editor: Syaiful Aries
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

