Satu Tahun Khofifah, Target RPJMD Terbengkalai, Rakyat Hanya Dapat Janji dan Jalan Berlubang

Fraksi PKB DPRD Jawa Timur menilai kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Penilaian tersebut didasarkan pada indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang pencapaiannya diestimasi masih di bawah 50 persen.

20 Feb 2026 - 17:30
Satu Tahun Khofifah, Target RPJMD Terbengkalai, Rakyat Hanya Dapat Janji dan Jalan Berlubang
Evaluasi satu tahun kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak di Jawa Timur yang mendapat sorotan Fraksi PKB DPRD Jatim. (Beritasatu.com/Ahmad Hisyam Nugroho)

SURABAYA, SJP–Satu tahun masa kepemimpinan periode kedua pasangan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak di Jawa Timur mendapat sorotan dari pihak legislatif maupun masyarakat.

Fraksi PKB DPRD Jawa Timur menilai kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur belum menunjukkan hasil yang memuaskan. 

Penilaian tersebut didasarkan pada indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang pencapaiannya diestimasi masih di bawah 50 persen.

Menurut Fraksi PKB, RPJMD merupakan tolok ukur utama dalam mengevaluasi keberhasilan maupun kegagalan kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan. Selain evaluasi dari parlemen, sejumlah warga turut menyampaikan aspirasi terkait arah pembangunan di Jawa Timur.

Lestari, seorang mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) asal Mojokerto, menyoroti kondisi infrastruktur jalan provinsi yang dinilai membahayakan pengguna jalan akibat banyaknya lubang.

"Di Mojokerto itu banyak sekali kecelakaan lalu lintas karena jalannya tidak rata dan berlubang. Harapannya segera diperbaiki," ujar Lestari.

Keluhan serupa juga muncul dari sektor pendidikan. Novan, warga Probolinggo yang bekerja di Surabaya, mengharapkan perhatian lebih bagi masyarakat kurang mampu agar dapat mengakses pendidikan secara layak. Ia menilai distribusi bantuan pendidikan di daerahnya masih belum tepat sasaran.

"Banyak yang kurang tepat menerima bantuan. Yang mampu justru dapat, sementara yang kurang mampu belum tersentuh," kata Novan.

Sementara itu, Danis, warga Sidoarjo, mendorong Pemprov Jawa Timur untuk lebih serius dalam menangani persoalan stunting dan pemerataan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Menurutnya, distribusi MBG di Surabaya relatif tertata, namun di Sidoarjo belum merata. Ia juga menekankan pentingnya penguatan peran posyandu.

"Harapannya pencegahan stunting lebih diperhatikan dan pembagian MBG lebih merata," ungkap Danis.

Memasuki satu tahun masa kepemimpinan pada periode ini, pasangan Khofifah-Emil dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan besar. 

Perbaikan infrastruktur jalan, pemerataan akses pendidikan, hingga efektivitas penanganan stunting menjadi poin utama yang diharapkan masyarakat Jawa Timur untuk segera dibenahi. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow