Satu Ekosistem Progresif, UIN Malang Padukan Sains dan Islam Lewat Dua Fakultas Baru

Melalui surat persetujuan yang ditandatangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), pembentukan Fakultas Teknik dan Fakultas Ushuluddin resmi disetujui serta akan masuk dalam perubahan Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2026.

20 May 2026 - 12:00
Satu Ekosistem Progresif, UIN Malang Padukan Sains dan Islam Lewat Dua Fakultas Baru
Fakultas Teknik dan Fakultas Ushuluddin resmi disetujui serta akan masuk dalam perubahan Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2026. (Foto: UIN Maliki Malang for SJP)

MALANG, SJP — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan sejarah penting dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia. 

Melalui surat persetujuan yang ditandatangani oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), pembentukan Fakultas Teknik dan Fakultas Ushuluddin resmi disetujui serta akan masuk dalam perubahan Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2026.

Langkah tersebut menjadi momentum strategis yang menegaskan arah besar transformasi UIN Malang sebagai kampus integratif yang memadukan kekuatan ilmu keislaman dan sains-teknologi dalam satu ekosistem akademik yang progresif.

Pendirian Fakultas Ushuluddin dipandang sangat penting untuk memperkuat fondasi kajian keislaman dalam rumpun ilmu agama. Fakultas ini diharapkan menjadi pusat pengembangan studi Islam yang lebih mendalam, kritis, dan kontekstual, sekaligus menjaga tradisi intelektual Islam di tengah dinamika zaman yang terus berubah. 

Kehadirannya juga menjadi penegasan bahwa penguatan sains dan teknologi di UIN Malang tetap berjalan seiring dengan penguatan basis keilmuan Islam.

Di sisi lain, berdirinya Fakultas Teknik menjadi lompatan besar yang menempatkan UIN Malang pada posisi istimewa di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Fakultas ini disebut sebagai Fakultas Teknik pertama di lingkungan PTKIN, sebuah capaian yang membuka babak baru integrasi antara teknologi, inovasi, dan nilai-nilai keislaman.

Meski di tengah berkembangnya wacana perubahan nomenklatur teknik menjadi rekayasa, pihak UIN Malang menegaskan fokus utamanya bukan pada perubahan istilah, melainkan pada penguatan kualitas dan pengembangan keilmuan teknik itu sendiri.

Saat ini, UIN Malang telah memiliki enam program studi teknik, yakni Teknik Informatika, Teknik Arsitektur, Teknik Lingkungan, Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin.

Dengan hadirnya dua fakultas baru tersebut, UIN Malang tidak hanya memperluas struktur kelembagaan, tetapi juga mempertegas visinya sebagai kampus unggul berbasis integrasi ilmu, iman, dan teknologi. Sebuah langkah besar yang diyakini akan membawa UIN Malang semakin kompetitif, baik di tingkat nasional maupun global. (***)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow