Santunan Anak Yatim, Momentum Dharma Wanita Dinas Pertanian Tingkatkan Iman dan Taqwa

Menyantuni anak yatim sendiri, menjadi salah satu amal saleh yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Amalan ini bisa dikerjakan pada 10 Muharram.

17 Jul 2024 - 18:00
Santunan Anak Yatim, Momentum Dharma Wanita Dinas Pertanian Tingkatkan Iman dan Taqwa
Santunan anak yatim bagi Dharma Wanita Dinas Pertanian menjadi momentum tingkatkan iman dan taqwa. (Armandsyah/SJP)

Kabupaten Probolinggo, SJP - Memperingati tahun baru Islam, Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menggelar santunan anak yatim.

Plt. Ketua Dharma Wanita Pertanian, Nikma Hidayati Susilo mengatakan, santunan anak yatim ini merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun oleh Dinas Pertanian setempat.

“Tahun ini ada 22 anak, dari keluarga besar Dinas Pertanian dan Kabupaten Probolinggo,” katanya, Rabu (17/7).

Menyantuni anak yatim sendiri, menjadi salah satu amal saleh yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Amalan ini bisa dikerjakan pada 10 Muharram.

“Kami melanjutkan apa yang sudah ada. Namun secara pribadi, saya harus bisa memberikan warna dalam Dharma Wanita Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo ini,” ujar Nikma.

Dalam kalender Islam, Muharram menjadi salah satu bulan yang mulia. Setiap amalan yang dikerjakan pada bulan ini akan mendapatkan banyak keutamaan.

“Bagi Dharma Wanita Persatuan Dinas Pertanian sendiri, momen santunan anak yatim ini diharapkan bisa menjadi penguat iman dan taqwa,” tandasnya.

Sehingga bisa mendekatkan diri pada Allah SWT, serta peduli dengan sesama. Salah satunya, anak yatim.

Dalam tradisi di Indonesia, 10 Muharram dikenal sebagai bulan anak yatim. Tercantum dalam kitab Tanhibul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiyaa-I wal Mursalin.

Disebutkan, bahwa siapapun yang mengusap kepala anak yatim pada hari asyura, pasti Allah SWT akan meningkatkan derajatnya.

“Barang siapa berpuasa pada hari asyura (10 Muharram), maka Allah akan memberikan seribu pahala kepada orang tersebut, seperti yang diperoleh oleh seribu malaikat, serta pahala sepuluh ribu syuhada. Dan barang siapa mengusap kepala anak yatim pada hari asyura, maka Allah akan meningkatkan derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya," jelasnya.

Dalam Al-Qur'an maupun hadits, telah banyak dijelaskan keutamaan dan anjuran menyantuni anak yatim.

Perintah memuliakan anak yatim juga termaktub dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 36.

Jadi, menyantuni anak yatim bukan hanya tradisi, tetapi juga merupakan bentuk kemanusiaan dan keimanan yang sangat dianjurkan dalam Islam. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow