Santri Harus Jadi Solusi, Bukan Penonton: Pesan Sekdakab Malang di Momen Hari Santri Nasional
Sekdakab Malang Budiar Anwar: Santri Masa Kini Harus Adaptif dan Menguasai Teknologi.
MALANG, SJP - Hari Santri kini bukan hanya ajang peringatan identitas religius, tetapi momentum untuk menegaskan kembali peran strategis santri dalam membangun masa depan bangsa.
Dalam konteks perubahan zaman yang serba cepat, pesantren dituntut tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menyiapkan santri agar siap bersaing di ranah global.
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Malang, Budiar Anwar katakan, pesantren telah terbukti menjadi benteng moral bangsa dan pusat pendidikan yang melahirkan tokoh-tokoh besar, mulai dari pejuang kemerdekaan hingga pemimpin masa kini.
Kini, ketika dunia bergerak menuju era digital dan transformasi ilmu pengetahuan, santri diharapkan tidak berhenti pada penguasaan kitab kuning, tetapi juga mampu menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia.
“Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan berdaya. Rawatlah tradisi pesantren, tetapi juga peluklah inovasi zaman. Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, ke ranah internasional. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” ujarnya saat memberikan sambutan upacara peringatan Hari Santri Nasional di Pendopo Panji, Kepanjen, Rabu (22/10/2025).
Ia menambahkan, pengakuan negara terhadap pesantren melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 dan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 menjadi bukti nyata bahwa pemerintah memberi perhatian besar terhadap keberlanjutan pendidikan berbasis pesantren.
Kebijakan tersebut juga menegaskan eksistensi pesantren sebagai lembaga khas Indonesia yang berperan penting dalam pembentukan karakter generasi bangsa.
“Negara berhutang budi kepada pesantren dan para santri yang selama ini menjadi benteng moral bangsa,” ujar Budiar.
Mantan Kepala Dinas Cipta Karya ini juga mengapresiasi langkah pemerintah yang melibatkan pesantren dalam berbagai program strategis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi santri di seluruh Indonesia.
Menurutnya, program tersebut bukan hanya bentuk dukungan sosial, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun generasi unggul yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
“Makan bergizi dan pemeriksaan kesehatan gratis adalah upaya mempersiapkan masa depan Indonesia melalui peningkatan kualitas hidup para santri,” tambahnya.
Budiar juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas perhatian besar terhadap dunia pesantren. Ia berharap sinergi antara pemerintah dan pesantren dapat terus terjaga sebagai bagian dari pembangunan peradaban yang berkeadaban dan damai.
“Barangsiapa yang menanam ilmu, maka ia menanam masa depan. Karena dari tangan para santrilah, masa depan Indonesia akan ditulis,” tutupnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

