Saldo Nasabah BSI Jombang Ternyata Disedot MUF Tanpa Persetujuan, Pihak Bank Bungkam
Bukannya memberikan solusi konkret atas penarikan sepihak tersebut, pihak CS BSI justru mengarahkan nasabah untuk mengonfirmasi langsung kepada pihak Mandiri Utama Finance (MUF) terkait angsuran kredit motor.
JOMBANG, SJP–Teka-teki raibnya dana nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang (KC) Jombang mulai menemui titik terang.
Kasus ini mengungkap adanya dugaan praktik debet paksa yang dilakukan oleh pihak Mandiri Utama Finance (MUF) terhadap rekening nasabah tanpa adanya kesepakatan auto-debet sebelumnya.
Nasabah berinisial EM (55), warga Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, mengungkapkan fakta tersebut setelah memenuhi panggilan pihak Customer Service (CS) BSI KC Jombang di Kompleks Ruko Cempaka Mas pada Rabu (18/3/2026).
"Iya, tadi memenuhi panggilan. Dijelaskan jika memang ada penarikan uang keluar itu, tetapi tulisannya debet lain-lain," ungkap EM melalui pesan singkat, Kamis (19/3/2026).
Bukannya memberikan solusi konkret atas penarikan sepihak tersebut, pihak CS BSI justru mengarahkan nasabah untuk mengonfirmasi langsung kepada pihak Mandiri Utama Finance (MUF) terkait angsuran kredit motor.
"Mungkin bisa dikonfirmasi ke kantor Mandiri Utama Finance, kantornya ada di pojok (lokasi yang sama di Kompleks Cempaka Mas)," urainya menirukan arahan petugas bank.
EM kemudian mendatangi kantor MUF untuk melakukan protes. Ia menegaskan tidak pernah memberikan izin atau menandatangani persetujuan auto-debet dari rekening BSI miliknya, karena selama ini pembayaran angsuran selalu dilakukan secara tunai melalui gerai Indomaret.
"Setelah dicetak rekening koran, benar dana masuk ke tagihan Mandiri Utama Finance," akunya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen BSI KC Jombang mengenai legalitas perpindahan saldo nasabah ke pihak MUF secara otomatis. Pihak pimpinan BSI dan MUF masih memilih bungkam saat didatangi di kantornya.
Padahal, nasabah menegaskan bahwa rekening tersebut murni digunakan untuk menyimpan uang dan menerima gaji, bukan sebagai instrumen pembayaran kredit.
Sebelumnya, keamanan sistem perbankan yang notabene bank platerah disorot setelah dana milik EM senilai Rp1.171.000 raib mendadak melalui penarikan sepihak pada Rabu (18/3/2026) pukul 10.09 WIB.
"Saya kaget tiba-tiba dapat pesan notifikasi kalau ada yang menarik uang saya," ucap EM kepada wartawan.
Saat mencoba mengklarifikasi ke kantor cabang di Peterongan, EM sempat tertahan dan hanya ditemui oleh petugas satuan pengamanan (satpam) bernama Ahmad. Saat itu, pihak bank berdalih bahwa sistem sedang mengalami gangguan (error) sejak pagi hari.
"Dia bilangnya error, tadi saya dimintai data-data lalu akan dihubungi oleh pihak bank setelah sistem kembali normal," pungkas EM. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

