Ruang Kelas SDN Petung III Ambruk, Bupati Pasuruan Instruksikan Segera Dibangun

Menurut Mas Rusdi, ruang kelas IV dan V SDN Petung III sudah tidak layak untuk digunakan sebagai tempat pembelajaran.

26 May 2025 - 16:32
Ruang Kelas SDN Petung III Ambruk, Bupati Pasuruan Instruksikan Segera Dibangun
Bupati Pasuruan meninjau SDN Petung III ambruk. (Foto: Istimewa)

PASURUAN, SJP—Ruang kelas IV dan V UPT Satuan Pendidikan SDN Petung III, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan ambruk pada Ahad (25/5/2025) pagi. Mendengar hal itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo meninjau langsung ke lokasi, Senin (26/5/2025) siang.

Bupati yang karib dipanggil Mas Rusdi itu mengecek satu per satu ruangan di SDN Petung III. Khususnya di ruang kelas IV dan V yang atapnya ambrol. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) di ruang tersebut tidak bisa berlangsung hingga selesai diperbaiki.

Menurut Mas Rusdi, ruang kelas IV dan V sudah tidak layak untuk digunakan sebagai tempat pembelajaran. Dia meminta pihak sekolah untuk sementara waktu memakai ruangan lain atau tempat lain sebagai kelas darurat sampai semuanya kembali seperti semula.

"Tadi saya sempat tanya Ibu Kepala Sekolah. Ternyata yang kelas lima menempati ruang kelas enam, dan yang kelas empat menempati polindes. Tidak apa-apa yang penting KBM tetap jalan dan anak-anak aman belajarnya," ucapnya.

Mas Rusdi menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan asesmen kerusakan ruang kelas di SDN Petung 3. Setelah itu, barulah dapat ditentukan besaran anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan sesegera mungkin.

"Segera kita bangun lewat pergeseran anggaran dari sumber dana yang lain. Kita usahakan sesegera mungkin. Yang jelas asesmen dulu. Kemudian baru kita tentukan nominal dan perbaikannya," imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan itu meminta pihak sekolah untuk memastikan ruangan lain yang digunakan sebagai kelas darurat agar betul-betul aman bagi siswa untuk belajar.

Apabila dirasa berpotensi membahayakan, Mas Rusdi meminta pihak desa untuk membantu sekolah agar KBM tetap berjalan.

"Kalau berbahaya, sementara kita pindah dulu. Monggo bisa berembuk. Yang jelas, KBM tidak mungkin jauh dari sekolah. Karena siswanya ya kebanyakan warga sekitar sekolah juga," tegasnya.

Setelah kejadian ini, Mas Rusdi mengimbau para kepala sekolah untuk aktif melapor ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Pasuruan apabila ada potensi kerusakan bangunan yang bisa membahayakan keselamatan siswa dan guru.

"Segera lapor dan akan kita tindak lanjuti. Jangan sampai menunggu kejadian dulu. Apalagi sampai ada korban jiwa baru lapor," tandasnya.

Diketahui, dalam meninjau SDN Petung III, Mas Rusdi didampingi oleh Kepala Dispendikbud Kabupaten Pasuruan, Tri Agus Budiharto; Kepala Dinas Cipta Karya, Heru Farianto; serta Kepala Pelaksana BPBD, Sugeng Hariyadi. (***)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow