RPJMD Kota Batu Bakal Fokus Pada Empat Isu Strategis
Wali Kota Batu, Nurochman menguraikan empat isu strategis yang menjadi prioritas pembangunan lima tahunmendatang.
KOTA BATU, SJP — Komitmen Pemerintah Kota Batu dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan menegaskan akan fokus pada empat isu strategis utama dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Hal ini disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Batu yang digelar pada Senin (19/5/2025)
Wali Kota Batu, Nurochman menguraikan empat isu strategis yang menjadi prioritas pembangunan lima tahun mendatang, meliputi, transformasi sosial menuju masyarakat sejahtera, transformasi ekonomi daerah yang berdaya saing, pembangunan berwawasan lingkungan, serta tata kelola dan pelayanan publik yang prima.
“Keempat isu strategis ini bukan hanya fokus tematik, melainkan benang merah dari seluruh tantangan dan harapan masyarakat Kota Batu. Kita tidak bisa bicara kesejahteraan jika masih ada stunting dan angka putus sekolah tinggi, tidak bisa bicara kemajuan ekonomi tanpa digitalisasi dan inovasi," urainya.
Lebih lanjut, ia membeberkan untuk isu pertama yakni, transformasi menuju masyarakat sejahtera yakni dari tantangan rendahnya rata-rata lama sekolah, prevalensi stunting, hingga ketimpangan antara pendidikan dan kebutuhan industri.
Ia juga menekankan pentingnya membangun masyarakat yang inklusif, berdaya, dan berkarakter berbasis budaya lokal.
Kemudian untuk isu kedua yang berupa transformasi ekonomi daerah yang berdaya saing, yakni akan enekankan integrasi antara sektor pertanian dan pariwisata, pengembangan wisata kesehatan, serta akselerasi digitalisasi dan inovasi riset.
Sehingga ekonomi Kota Batu harus mampu bersaing tanpa meninggalkan identitasnya sebagai kota agropolitan.
"Isu ketiga, pembangunan berwawasan lingkungan, menjadi sorotan karena kualitas lingkungan hidup menunjukkan penurunan pada 2024, termasuk indeks udara dan daya dukung air. Sehingga pentingnya ketahanan pangan, pengelolaan sampah, dan mitigasi risiko bencana harus menjadi prioritas," imbuhnya.
Sementara, isu terakhir yakni tata kelola dan pelayanan publik yang prima, menyoroti stagnansi indeks pelayanan publik serta turunnya indeks integritas.
Di mana pemerintahan harus menjadi teladan, transparansi dan inovasi dalam layanan publik menjadi harga mati apabila ingin kepercayaan rakyat tetap utuh.
"Dengan fondasi RPJMD 2025–2029 yang kuat, kami berharap seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dapat bersinergi dalam mewujudkan transformasi Kota Batu menjadi kota yang sejahtera, tangguh, dan berwawasan masa depan," pungkas pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

