Ritual Suci Sambut Imlek, Patung Dewa di Klenteng Poo An Kiong Blitar Dimandikan Air Bunga

Menyambut Imlek, patung dewa di Klenteng Poo An Kiong Blitar dimandikan air bunga. Pemandian dengan air bunga ini sebagai bagian dari tradisi penyucian diri dan tempat ibadah.

13 Feb 2026 - 19:52
Ritual Suci Sambut Imlek, Patung Dewa di Klenteng Poo An Kiong Blitar Dimandikan Air Bunga
Prosesi pemandian patung dewa di Klenteng Poo An Kiong, Kota Blitar. (Foto:dok/Istimewa)

KOTA BLITAR, SJP - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, suasana khidmat dan penuh kebersamaan terada di Klenteng Poo An Kiong, Kota Blitar.

Puluhan patung dewa atau kiem sien dimandikan dengan air bunga sebagai bagian dari tradisi penyucian diri dan tempat ibadah.

Para pengurus dan umat Tionghoa bergotong-royong membersihkan setiap sudut Klenteng. Prosesi diawali dengan ibadah bersama, kemudian dilanjutkan dengan pembersihan tempat ibadah , perlengkapan sembahyang, hingga patung-patung dewa yang memiliki beragam ukuran.

Satu per satu patung dibersihkan dari debu menggunakan kuas dan kain lap. Setelah itu, patung dimandikan dengan air bunga sebagai simbol penyucian dan harapan akan keberkahan di tahun yang baru.

Salah satu rohaniawan klenteng bernama, Endang Titis Bodro Triwarsi, mengatakan bahwa tradisi bersih-bersih ini rutin dilakukan setiap menjelang Imlek.

"Kami melaksanakan tradisi budaya untuk bersih-bersih. Dimulai dari bersih diri, rumah, dan Klenteng. Kami juga membersihkan seluruh patung dewa yang ada," ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Menurutnya, terdapat puluhan patung dewa yang dibersihkan, mulai dari ukuran kecil hingga besar. Setelah dicuci dan dikeringkan, patung-patung tersebut dikembalikan ke tempat semula dan ditata rapi.

Tak hanya patung dewa, seluruh ruangan Klenteng juga dibersihkan agar siap menyambut malam pergantian tahun baru yang akan berlangsung pada 16 Februari mendatang.

Perayaan Imlek tahun ini terasa istimewa bagi umat di Blitar. Sebab, ibadah kini sudah bisa kembali dilaksanakan di bangunan baru Klenteng Poo An Kiong yang lebih luas dan representatif.

"Kami bersyukur sekarang sudah bisa beribadah di klenteng yang baru. Sebelumnya masih menempati ruko dengan ruang terbatas. Kini tempatnya lebih luas dan nyaman," pungkasnya.

Tradisi pembersihan ini bukan sekedar kegiatan rutin, melainkan wujud refleksi dan persiapan spiritual menyambut tahun baru dengan hati dan lingkungan yang bersih. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow