Delapan Jabatan Eselon II di Pemkab Tulungagung Masih Kosong, Bupati Tunjuk Plt Berdasarkan Kinerja
Bupati Tulungagung menekankan agar seluruh pejabat yang ditunjuk bisa bekerja secara profesional dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Tulungagung.
TULUNGAGUNG, SJP—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menunjuk delapan pejabat sebagai pelaksana tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan jabatan eselon II yang hingga saat ini belum terisi secara definitif.
Penunjukan dilakukan langsung oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dengan mempertimbangkan kinerja, rekam jejak, dan latar belakang profesional para aparatur sipil negara (ASN) yang ditunjuk.
Langkah ini diambil menyusul kekosongan jabatan kepala dinas dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di beberapa instansi strategis. Para pejabat yang ditunjuk harus menjalankan tugas rangkap, yakni tetap menjalankan fungsi pada jabatan sebelumnya.
Beberapa nama yang ditunjuk yaitu,
- Dra. Aini, sebagai Plt Direktur RSUD dr. Iskak, Agus Sulistiono
- Sekretaris Dinas PUPR, sebagai Plt Kepala Dinas PUPR
- Hari Prastijo (Yoyok), Camat Tulungagung, sebagai Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
- Makrus Manan, Kabag Kesra Setda Tulungagung, sebagai Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup
- Ana Sapti Saripah, Sekretaris Dinas Kesehatan, tetap menjabat Plt Kepala Dinas Kesehatan
- Bagus Kuncoro, Kepala Bappeda, sebagai Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
- Erwin Novianto, mantan Kepala Bappeda, sebagai Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim)
- Esthi, Irban II Inspektorat, sebagai Plt Inspektur.
Bupati Gatut Sunu menegaskan, penunjukan dilakukan berdasarkan pertimbangan profesionalisme dan kebutuhan organisasi, bukan karena alasan politis.
Dia menyatakan keputusan tersebut diambil dengan cermat setelah berkonsultasi dengan banyak pihak terkait di masing-masing instansi.
“PUPR karena Pak Hari pindah ke BPKAD, tentunya yang saya pilih yang terbaik bisa menggantikan Pak Hari di Plt tersebut adalah sekretarisnya, Pak Agus,” jelasnya.
Untuk RSUD dr. Iskak, Bupati mengatakan, dirinya terlebih dahulu berdiskusi dengan para tokoh senior di lingkungan rumah sakit. Dari hasil musyawarah tersebut, mayoritas menunjuk dr. Aini sebagai sosok yang tepat untuk memimpin sementara rumah sakit kebanggaan Tulungagung tersebut.
“Saya minta pendapat semua tokoh yang ada di sana. Mengerucut secara mayoritas ke dokter Aini. Saya mengikuti kehendak teman-teman yang ada di dalam agar rumah sakit bisa berkembang lebih pesat,” ujar Gatut Sunu.
Terkait Dinas Perkim, Bupati menilai Erwin Novianto sebagai sosok yang kompeten dan memiliki pengalaman cukup di bidangnya.
“Mas Erwin saya lihat bekerjanya baik, dan saya percaya beliau bisa menjalankan amanah sebagai Plt di Perkim,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk jabatan Inspektur, Bupati menunjuk Esthi karena memiliki latar belakang hukum yang mumpuni dan dinilai mampu menjalin komunikasi baik dengan rekan-rekan di lingkungan kerja.
“Bu Esthi punya latar belakang hukum yang baik dan bisa dikomunikasikan dengan teman-teman. Jadi saya pilih beliau,” terangnya.
Penunjukan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup juga berdasarkan penilaian terhadap rekam jejak. Gatut Sunu menunjuk Makrus Manan karena dinilai memiliki pengalaman cukup dan pernah menjabat sebagai Kabid maupun Sekretaris di dinas tersebut.
“Saya melihat potensi siapa yang bisa bekerja maksimal secara profesional. Pak Makrus pernah jadi Kabid, sekretaris, dan punya rekam jejak baik,” katanya.
Untuk posisi Plt Kepala Dinas PMD, ditunjuk Camat Tulungagung, Hadi Prastijo yang akrab disapa Yoyok. Bupati menyebut Yoyok adalah sosok yang senior, berpengalaman, dan mampu bergerak cepat di lapangan.
“Pak Yoyok ini orangnya kencang, senior, dan saya nilai tepat mengisi posisi itu,” ucapnya.
Adapun jabatan Plt di Dinas Kesehatan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tetap dijabat oleh pejabat sebelumnya, yaitu Ana Sapti Saripah dan Bagus Kuncoro.
Bupati menegaskan bahwa seluruh Plt akan terus dipantau dalam hal kinerja dan loyalitas. Evaluasi akan dilakukan dalam dua hingga tiga bulan ke depan, untuk menentukan siapa saja yang layak menjadi pejabat definitif melalui mekanisme seleksi terbuka (open bidding).
“Dalam waktu dekat kita akan evaluasi siapa yang loyal dan bisa melaksanakan kewajibannya,” tegasnya.
Dia juga menekankan agar seluruh pejabat yang ditunjuk bisa bekerja secara profesional dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Tulungagung.
“Kita melupakan masa lalu, membuka lembaran baru agar Tulungagung ini bisa maju seperti daerah-daerah lain,” pungkas Bupati. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

