Rawan Pertamax Oplosan, Pertamina Malang Lakukan Uji Kualitas BBM
Viralnya kasus korupsi di tubuh Pertamina menyebabkan terjadinya penurunan penjualan BBM di sejumlah SPBU di Kabupaten Malang
MALANG, SJP – Kasus Pertamax oplosan yang belakangan mencuat berdampak pada penurunan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Beberapa SPBU di Kabupaten Malang ada yang mengalami penurunan penjualan hingga sebesar 20 persen. Secara umum penurunan penjualan BBM di wilayah Kabupaten Malang berkisar antara 3 hingga 5 persen.
Merespons kondisi itu, Pertamina bersama Kepolisian Resor (Polres) Malang serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang melakukan uji kualitas dan kuantitas BBM di tiga SPBU di Kecamatan Bululawang pada Selasa (4/3/2025).
Pengecekan dilakukan untuk memastikan bahan bakar yang diterima masyarakat sesuai standar. Tim menggunakan bejana ukur guna menguji takaran BBM. Tim juga mengambil sampel yang kemudian dikirim ke laboratorium untuk diuji lebih lanjut.
Sales Area Manager Pertamina Depo Malang, Alam Kanda Winali menegaskan, pengecekan ini bukan hanya untuk merespons kasus yang tengah menjadi pusat perhatian masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari pengawasan rutin.
"Kami pastikan takaran BBM di SPBU tidak kurang, tidak lebih, harus pas. Untuk kualitas, kita tunggu hasil uji laboratorium," katanya, Selasa (4/3/2025).
Selain memastikan BBM yang dijual sesuai standar, Alam juga mengakui adanya fenomena switching atau perpindahan konsumen ke SPBU lain.
"Di beberapa titik yang dekat dengan pesaing, penurunan konsumsi BBM bisa mencapai 20 persen. Tapi secara umum di Kabupaten Malang hanya berkisar 3-5 persen," ungkapnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP M Nur menegaskan, pihaknya akan terus memantau distribusi BBM di wilayahnya.
"Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan BBM yang benar-benar sesuai standar. Jika nanti hasil uji laboratorium menunjukkan ada pelanggaran, tentu akan ada tindakan tegas," tambahnya.
Kasus Pertamax oplosan sebelumnya mencuat setelah Pertamina menemukan indikasi kecurangan dalam distribusi BBM di beberapa daerah.
Kasus ini masih dalam penanganan di tingkat pusat. Sementara di daerah, pengecekan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada masalah serupa yang terjadi. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

