Ratusan Ribu Anak Terbukti Dapatkan Konten Seksual Melalui Platform Meta

Desember lalu, pemerintah salah satu negara bagian AS, New Mexico, gugat Meta karena gagal melindungi anak-anak dimana penggugat klaim algoritma Facebook dan Instagram rekomendasikan konten seksual kepada anak di bawah umur

20 Jan 2024 - 04:15
Ratusan Ribu Anak Terbukti Dapatkan Konten Seksual Melalui Platform Meta
Ilustrasi perusahaan Meta (AP/SJP)

Los Angeles, SJP   Statistik Meta, pengembang Facebook dan Instagram, tunjukkan kurang lebih 100.000 anak dapatkan pelecehan seksual setiap hari di platform tersebut.

Dalam statistik tersebut sekitar 100.000 anak yang gunakan Facebook dan Instagram terima pelecehan seksual online setiap hari, termasuk “gambar alat vital orang dewasa”, menurut dokumen internal perusahaan yang dipublikasikan pada Jumat (19/1/2024)

Desember lalu, pemerintah salah satu negara bagian AS, New Mexico, gugat Meta karena gagal melindungi anak-anak.

Penggugat klaim algoritma Facebook dan Instagram rekomendasikan konten seksual kepada anak di bawah umur.

Presentasi Meta internal yang belum disunting telah terungkap, saat karyawan perusahaan Meta perkirakan bahwa 100.000 pengguna anak-anak dilecehkan setiap hari, begitu lansiran dari The Wall Street Journal.

Menurut dokumen internal tahun 2021, algoritme "People You May Know" Facebook berpotensi sebagai penghubung utama antara anak-anak dan predator.

Ketika karyawan laporkan temuan tersebut kepada eksekutif Meta, eksekutif dilaporkan menolak rekomendasi agar algoritma didesain ulang untuk berhenti rekomendasikan orang dewasa kepada anak di bawah umur.

Fitur tersebut bertanggung jawab atas 75 persen dari semua kontak dewasa-di bawah umur yang tidak pantas, menurut seorang karyawan.

Masalah ini sangat berbahaya di Instagram, menurut memo internal tahun 2020, dengan "perbincangan seks" 38 kali lebih umum di platform tersebut dibandingkan Facebook Messenger di AS.

Dalam satu kasus, seorang eksekutif Apple melaporkan bahwa anaknya yang berusia 12 tahun juga alami hal yang sama Instagram.

"Hal ini membuat Apple kesal karena mengancam akan menghapus Meta dari App Store," kata seorang karyawan yang ditugasi menangani masalah ini.

Pihak New Mexico klaim bahwa Meta gagal atasi predasi skala besar pada platformnya, khususnya seputar algoritma rekomendasi.

Penyelidik negara awalnya coba buat akun palsu untuk anak-anak, dengan memberikan tanggal lahir orang dewasa, karena anak-anak sering salah menyebutkan usia mereka untuk mengakses layanan online yang tidak seharusnya mereka lakukan.

Kemudian, mereka menyiratkan bahwa akun tersebut digunakan oleh anak-anak, salah satunya adalah postingan tentang gigi susu yang tanggal dan mulai kelas tujuh.

Ternyata, akun tersebut dapat kiriman gambar seks anak-anak dan tawaran untuk membayar layanan seks tersebut.

New Mexico juga tuduh para eksekutif Meta tidak ambil tindakan untuk batasi pemangsaan orang dewasa terhadap anak di bawah umur hingga akhir tahun 2022, serta tidak melakukan tindakan ketat yang direkomendasikan oleh staf keselamatan.

Sebaliknya, mereka hanya berusaha memblokir saran terhadap orang dewasa yang sebelumnya menunjukkan perilaku mencurigakan terhadap anak-anak.

Sebenarnya, Meta baru saja luncurkan fitur terbaru untuk pengguna remaja di Instagram dan Facebook, termasuk menghentikan orang yang bukan pengikut mengirim pesan kepada mereka dan memblokir komentar yang menyinggung.

Selain keluhan dari negara bagian New Mexico, Meta juga menghadapi tuntutan hukum dari 41 negara bagian lainnya yang keluhkan bahaya kesehatan mental pengguna anak-anak dan remaja.

Keluhan lain yang baru-baru ini diajukan oleh 33 negara bagian tuduh bahwa Meta targetkan pengguna di bawah usia 13 tahun dan tidak jujur ​​tentang cara mereka menangani akun pengguna di bawah umur.(**)

sumber: The Wall Street Journal

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow