Paslon KriDa Siapkan Beberapa Program Andalan dalam Hadapi Debat Ketiga
Calon Wakil Walikota Batu Kresna Dewanata Prosakh pada Kamis (21/11/2024) menyampaikan bahwa KriDa tidak hanya berbicara visi, tetapi juga telah membuktikan komitmennya melalui berbagai langkah konkret. Salah satu program unggulan yang akan menjadi sorotan adalah Teras KriDa, sebuah inisiatif yang menghadirkan ruang kolaborasi dan pemasaran produk UMKM di 24 desa di Kota Batu.
KOTA BATU, SJP – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu, Krisdayanti dan Kresna Dewanata Prosakh (KriDa), terus mengukuhkan posisinya sebagai kandidat unggulan dalam Pilkada Kota Batu 2024.
Menjelang debat ketiga yang mengusung tema sosial, hukum, tata kelola pemerintahan, dan ekonomi, pasangan nomor urut 3 ini memaparkan sejumlah program strategis yang telah dirintis dan direncanakan untuk menjawab tantangan pembangunan Kota Batu mendatang.
Calon Wakil Wali Kota Batu Kresna Dewanata Prosakh pada Kamis (21/11/2024) menyampaikan bahwa KriDa tidak hanya berbicara visi, tetapi juga telah membuktikan komitmennya melalui berbagai langkah konkret.
Salah satu program unggulan yang akan menjadi sorotan adalah Teras KriDa, sebuah inisiatif yang menghadirkan ruang kolaborasi dan pemasaran produk UMKM di 24 desa di Kota Batu.
“Lewat Teras KriDa, kami ingin menjadikan setiap desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM. Tidak hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan branding produk lokal untuk memperkuat daya saing di pasar domestik maupun internasional,” ujarnya.
Selain itu, Dewa juga menegaskan pasangan KriDa juga akan memanfaatkan program Parkir Komunal untuk mengatasi persoalan kemacetan akibat tingginya kunjungan wisatawan.
Program ini tak hanya berfungsi sebagai solusi infrastruktur, tetapi juga memberdayakan pelaku jasa transportasi lokal, baik konvensional maupun digital.
“Kami ingin menciptakan sirkulasi ekonomi yang lebih inklusif. Dengan parkir komunal, wisatawan akan menggunakan transportasi lokal, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh lebih banyak warga,” jelasnya
Dalam aspek tata kelola pemerintahan dan hukum, KriDa berkomitmen untuk menyelesaikan polemik kepemilikan aset strategis di Kota Batu, seperti Candi Songgoriti dan pemandian air panas.
“Kami akan memperjuangkan pengelolaan penuh dua aset ini agar potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat dioptimalkan dan dikelola dengan lebih baik tanpa mengurangi nilai sejarahnya,” tegas Dewa.
Tidak ketinggalan, potensi Dusun Brau sebagai sentra susu sapi perah juga menjadi perhatian. Paslon KriDa berencana memperkuat sektor peternakan dengan pengembangan teknologi modern dan penyediaan infrastruktur, termasuk internet gratis untuk mempermudah pemasaran produk unggulan secara global.
“Produk seperti keju mozzarella dari Brau sudah menembus pasar internasional. Kami ingin mendukung penuh potensi ini melalui langkah konkret, seperti penyediaan akses teknologi dan fasilitas pendukung lainnya,” imbuhnya.
Dengan berbagai program yang telah dirumuskan, pasangan KriDa optimistis dapat menjawab kebutuhan masyarakat Kota Batu di berbagai sektor.
“Debat ketiga ini akan menjadi panggung bagi kami untuk menunjukkan bahwa program-program yang kami siapkan adalah jawaban atas tantangan sosial, ekonomi, dan tata kelola yang dihadapi Kota Batu,” tandasnya.
Paslon KriDa berharap visi besar mereka dapat semakin meyakinkan masyarakat untuk memberikan kepercayaan penuh dalam Pilkada Kota Batu 2024. Dengan langkah nyata yang telah mereka mulai, pasangan ini ingin memastikan bahwa Kota Batu tidak hanya menjadi destinasi wisata unggulan, tetapi juga kota yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

