Ratusan Mahasiswa Nganjuk Desak Reformasi Polri dan Usut Kematian Affan

Gabungan mahasiswa dan elemen masyarakat Nganjuk menggelar demonstrasi. Mereka menuntut keadilan bagi Affan Kurniawan. Aksi itu berujung ricuh di depan Mapolres.

30 Aug 2025 - 19:41
Ratusan Mahasiswa Nganjuk Desak Reformasi Polri dan Usut Kematian Affan
Massa aksi berhamburan saat kericuhan pecah di depan Mapolres Nganjuk, Sabtu (30/8/2025). (Foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP — Ratusan mahasiswa dan elemen masyarakat Nganjuk menggelar demonstrasi di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Nganjuk, Jalan Gatot Subroto, Sabtu (30/8/2025), menuntut keadilan atas meninggalnya Affan Kurniawan.

Massa yang terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan gabungan elemen masyarakat mulai berdatangan sejak pukul 15.00 WIB, berkumpul di Terminal Col Nganjuk, lalu bergerak bersama menuju Mapolres.

Situasi sempat memanas ketika massa membubarkan diri secara tiba-tiba dan melempar kayu serta batu ke arah jalan. Ketegangan membuat arus lalu lintas Surabaya–Madiun terhambat.

Pengendara roda dua maupun empat yang terjebak kemacetan bahkan membunyikan klakson panjang. Suasana bertambah tegang ketika beberapa pengendara sepeda motor melakukan blayer-blayer di sekitar lokasi.

Harianto, salah seorang peserta aksi asal Nganjuk, menyatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas atas meninggalnya Affan, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas tertabrak mobil taktis Brimob.

“Kita di sini menuntut ketidakadilan dan berjuang melawan kezaliman,” teriak Harianto dengan suara lantang di tengah kerumunan massa, Sabtu (30/8/2025).

Menurut catatan panitia, jumlah peserta aksi mencapai sekitar 500 orang. Massa gabungan mahasiswa dan masyarakat itu pecah menjelang akhir aksi akibat dugaan provokasi pihak tertentu.

Ketua PC PMII Nganjuk, Ali Rohman, menegaskan bahwa fokus utama aksi adalah mendesak reformasi menyeluruh terhadap institusi kepolisian dan pengusutan kasus meninggalnya Affan Kurniawan.

“Aksi hari ini kami menuntut agar reformasi Polri menyeluruh, dan usut tuntas atas meninggalnya driver ojek online Affan Kurniawan,” kata Ali dalam konferensi pers.

Ali menambahkan, ada enam tuntutan yang mereka bawa, mulai dari penghentian tindakan represif hingga menilai kinerja Kepala Kepolisian Republik Indonesia tidak lagi berpihak kepada rakyat.

Isi tuntutan meliputi: hentikan tindakan represif aparat, usut tuntas kekerasan, laksanakan reformasi total, lakukan de-militerisasi Polri, tegakkan transparansi, serta evaluasi kepemimpinan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri).

Ali juga menegaskan bahwa aksi anarkis bukan dilakukan oleh pihaknya, melainkan diduga akibat penyusupan. Peserta aksi sudah diinstruksikan untuk menjaga ketertiban dan menghindari tindakan merugikan masyarakat.

“Sudah kami instruksikan jangan sampai terjadi yang merugikan masyarakat. Peserta demo semua memakai almamater sebagai tanda kejelasan identitas,” ujar Ali menutup pernyataannya. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow