Psikologi UIN Maliki Malang Gelar Pengabdian Santri Bahagia ke Pesantren
Pelepasan program Psikologi Mengabdi menjadi bagian rangkaian Dies Maulidiyah ke-64 UIN Maliki Malang sebagai wujud syukur dan pengabdian sivitas akademika.
MALANG, SJP — Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang meluncurkan program pengabdian bertajuk “Psikologi Mengabdi: Goes to 6.4 Pesantren” sebagai bagian dari rangkaian Dies Maulidiyah ke-64 tahun 2025.
Kegiatan ini mengusung tema “Santri Bahagia: Jiwa Sehat, Ibadah Kuat” dan diikuti oleh kurang lebih 70 dosen serta mahasiswa yang diterjunkan langsung ke sepuluh pondok pesantren baik di kawasan Malang dan beberapa di luar Malang.
Wakil Rektor III UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag, yang hadir mewakili Rektor, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian sivitas akademika terhadap masyarakat pesantren.
“Sebagai seorang santri sekaligus pendidik, kami harus senantiasa bahagia dalam menjalani kehidupan. Walaupun ada musibah, dengan keimanan yang kuat kita tetap bisa menghadirkan kebahagiaan,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Ia menegaskan, kebahagiaan santri akan terwujud apabila dibangun dengan tiga pilar utama: kebahagiaan hati, kesehatan jiwa, dan kekuatan ibadah.
“Jika ibadah kuat, insyaallah santri akan bahagia dan jiwa menjadi sehat. Inilah bentuk pengabdian Fakultas Psikologi yang berkomitmen untuk menebarkan semangat positif di pesantren,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang, Dr. Siti Mahmudah, M.Si, menyampaikan bahwa pemilihan angka 6.4 pada tema kegiatan ini bukan tanpa makna. Angka tersebut melambangkan peringatan Dies Maulidiyah UIN Maliki Malang ke-64 yang dirayakan tahun ini.
“Program pengabdian ini kami laksanakan sebagai wujud syukur dan kontribusi nyata Fakultas Psikologi dalam rangka memperingati Dies Maulidiyah ke-64. Karena waktunya terbatas, kami memilih enam pesantren di wilayah Malang dan empat pesantren di tingkat provinsi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pesantren Gading, yang dikenal sebagai pesantren tertua di Malang. Mereka yang mengabdi juga dibekali modul agar semakin representatif.
“Di sana kami tidak hanya memberikan penyuluhan akademik, tapi juga penguatan perilaku positif dan spiritualitas santri. Kami datang untuk memberikan reinforcement bahwa perilaku santri selama ini, di bawah bimbingan kiai, sudah sangat positif dan berkontribusi bagi masyarakat,” terang Mahmudah.
Ia menambahkan bahwa Fakultas Psikologi ingin terus bersinergi dengan pesantren dalam membentuk generasi yang tangguh, berilmu, dan memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi.
“Santri itu sejatinya pengembara ilmu. Mereka menuntut ilmu, memperkuat perilaku positif, dan mengembangkan kecerdasan spiritual. Itulah nilai luhur yang perlu terus kita dukung bersama,” pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

