Program Latihan Pencak Silat Usia Dini ala SH Terate Cabang Bojonegoro
Program ini diikuti puluhan peserta anak-anak usia 5 hingga 12 tahun. Tidak hanya berfokus pada bela diri, latihan juga mengusung nilai persaudaraan, olahraga, kesenian, dan kerohanian.
BOJONEGORO, SJP – Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Bojonegoro resmi meluncurkan program latihan pencak silat untuk anak usia dini bertajuk “Pendekar Cilik SH Terate”. Kegiatan perdana berlangsung di Sanggar Pencak Silat Sumur Gemuling, Sekretariat SH Terate Cabang Bojonegoro, Pusat Madiun, Minggu (2/11/2025).
Program ini diikuti puluhan peserta anak-anak usia 5 hingga 12 tahun. Tidak hanya berfokus pada bela diri, latihan juga mengusung nilai persaudaraan, olahraga, kesenian, dan kerohanian.
Ketua Sanggar Pembinaan dan Kepelatihan SH Terate Bojonegoro, Tri Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memperkenalkan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa sekaligus membentuk karakter anak sejak dini.
“Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi berbudi pekerti luhur, beriman, dan mampu membawa kebaikan bagi lingkungannya. Program ini juga menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan rasa percaya diri,” ujarnya.
Tri menambahkan, latihan dikemas dengan metode pembinaan yang rekreatif agar lebih menarik dan menyenangkan bagi anak-anak.
Sementara itu, Ketua Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Bojonegoro, Endro Setyo Widodo, menyambut positif langkah SH Terate dalam membuka program latihan usia dini tersebut.
Menurutnya, inisiatif itu menjadi bentuk kepedulian organisasi terhadap pengembangan olahraga pencak silat di Bojonegoro.
“Beberapa tahun terakhir, prestasi atlet pencak silat Bojonegoro sempat menurun. Kami berharap dari program ini akan lahir bibit-bibit atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” tegas Endro yang juga Ketua IPSI Bojonegoro periode 2025–2029.
Ketua SH Terate Cabang Bojonegoro, Wahyu Subakdiono, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen membentuk generasi muda yang kuat secara fisik dan mental.
“Selain melatih fisik, kegiatan ini juga diharapkan bisa mengurangi kecanduan bermain gadget serta mengarahkan anak-anak pada aktivitas positif dan menyehatkan,” ungkap Wahyu yang akrab disapa Kangmas Wahyu.
Pembukaan program latihan usia dini tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Tri Wahyu Utomo, yang kemudian diberikan kepada para pelatih, Fendik Sugiharto dan Taufik, disaksikan jajaran pengurus serta sesepuh SH Terate Cabang Bojonegoro.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua III SH Terate Bojonegoro Djamari, Koordinator Humas Plat-S Bambang Prasetyo Budi, serta puluhan peserta latihan pencak silat usia dini.
Program “Pendekar Cilik SH Terate” ini menjadi bukti nyata komitmen SH Terate Cabang Bojonegoro dalam melestarikan seni bela diri warisan budaya bangsa sekaligus mencetak generasi penerus yang tangguh, berprestasi, dan berakhlak mulia.(*)
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

