Profiling ASN di Bondowoso Jadi Penguatan Manajemen Talenta dan Syarat Mutasi

Pemkab Bondowoso menerapkan tes profiling ASN untuk memperkuat manajemen talenta. Bupati Hamid menilai langkah ini penting untuk penataan pegawai berbasis kompetensi. BKPSDM menyebut penilaian melalui ProASN memastikan data potensi, kompetensi, dan karier ASN terintegrasi dengan SIASN dan SIMATA.

17 Nov 2025 - 19:41
Profiling ASN di Bondowoso Jadi Penguatan Manajemen Talenta dan Syarat Mutasi
Sekda Bondowoso Fathur Rozi (depan) bersama para pejabat tinggi pratama saat mengikuti tes profiling ASN di SMKN 4 Bondowoso (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai menerapkan tes profiling bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah strategis mempercepat penerapan manajemen talenta di lingkungan birokrasi daerah. Program ini digelar secara masif dan menyasar hampir seluruh jenjang jabatan ASN.

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, mengatakan, kebijakan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong instansi pusat maupun daerah memperkuat sistem manajemen talenta berbasis data kompetensi.

“Hari ini kita menyaksikan tes profiling 953 ASN di Bondowoso. Ini langkah yang kita lakukan untuk memenuhi proses manajemen talenta yang sedang didorong secara nasional, salah satunya sebagai dasar penyebaran dan mutasi,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Bupati menjelaskan, tes ini memungkinkan pemerintah daerah mengetahui kompetensi ASN secara lebih rinci. Informasi tersebut akan menjadi pijakan dalam pengambilan kebijakan penataan pegawai, termasuk mutasi, promosi, hingga pengembangan karier.

“Dengan tes ini kita bisa mengetahui kemampuan ASN secara utuh dan menyeluruh. Harapannya, mereka dapat mengikuti proses ini dengan baik sehingga memberi gambaran jelas bagi pemerintah,” ujarnya, usai memantau proses tes di SMKN 4 Bondowoso.

Sementara, Plt Kepala BKPSDM Bondowoso, Anisatul Hamidah, menjelaskan, pelaksanaan tes ini digelar untuk mempercepat tersedianya data potensi dan kompetensi ASN secara akurat, efektif, dan terintegrasi dengan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN).

Menurutnya, pemetaan ini mencakup aspek potensi, kompetensi, literasi digital, hingga preferensi karier ASN. Proses penilaian dilakukan menggunakan teknologi digital melalui aplikasi ProASN, yang disiapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kegiatan ini menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pengelolaan ASN berbasis sistem merit atau meritokrasi. Data yang dihasilkan juga terstandar sesuai NSPK penilaian potensi dan kompetensi yang berlaku,” jelasnya.

Ia menyebut bahwa BKN tengah menyelenggarakan pemetaan potensi dan kompetensi secara masif di seluruh Indonesia, termasuk Bondowoso, melalui kegiatan ProASN. 

Seluruh data hasil penilaian nantinya langsung terintegrasi ke dalam SIASN dan SIMATA, sistem manajemen talenta nasional. 

“Kami menargetkan seluruh hasil penilaian dapat digunakan untuk menyusun perencanaan karier ASN dan memperkuat prinsip meritokrasi di daerah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, di Bondowoso, kegiatan ini diikuti oleh ASN dari berbagai jenjang jabatan. Di antaranya, 16 Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, 125 Jabatan Administrator, 189 Jabatan Pengawas, 140 Jabatan Fungsional dan 483 Jabatan Pelaksana. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow