Abah Kuncoro, Legenda Senyap Arema yang Pergi saat Masih Mengabdi

Kepergian Abah Kuncoro meninggalkan duka mendalam bagi Arema FC dan sepak bola Indonesia. Sosok legenda senyap yang mengabdi sejak era Galatama hingga akhir hayatnya di lapangan.

18 Jan 2026 - 20:20
Abah Kuncoro, Legenda Senyap Arema yang Pergi saat Masih Mengabdi
Abah Kuncoro, legenda Arema FC yang mengabdikan hidupnya sebagai pemain dan pelatih, berpulang saat masih aktif mendampingi tim Singo Edan. (Foto: aremania.net)

MALANG, SJP- Sepak bola Indonesia kehilangan satu sosok senyapnya. Kuncoro, asisten pelatih Arema FC yang akrab disapa Abah, meninggal dunia pada Minggu (18/1/2026) malam di Malang.

Ia berpulang setelah menjalani aktivitas yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari hidupnya: berada di lapangan sepak bola.

Kuncoro sempat terlibat dalam pertandingan persahabatan di Stadion Gajayana. Seusai bermain di babak pertama, ia duduk di bangku cadangan sebelum tiba-tiba mengalami kejang dan mendapat penanganan darurat. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar, namun nyawanya tak tertolong. Kepergiannya menghentak keluarga besar Arema FC dan dunia sepak bola nasional.

Berkiprah sejak Era Galatama

Bagi Arema, Kuncoro bukan sekadar asisten pelatih. Ia adalah figur yang tumbuh dan menua bersama klub berjuluk Singo Edan itu. Sejak era Galatama hingga sepak bola Indonesia memasuki fase modern, namanya hampir selalu hadir dalam struktur tim, baik sebagai pemain maupun pelatih. Loyalitasnya membuat ia kerap dipercaya mengisi peran pelatih karteker, sebuah posisi krusial yang menuntut ketenangan dan kepercayaan penuh dari manajemen.

Lahir pada 7 Maret 1973, Kuncoro dikenal sebagai pemain serbabisa. Ia pernah mengisi posisi bek kanan, bek tengah, hingga gelandang, mencerminkan gaya bermain pekerja keras yang mengutamakan tim di atas kepentingan pribadi.

Bersama Arema Malang, ia meraih gelar Galatama XII musim 1992–1993. Di klub lain, ia juga mencatat prestasi, termasuk membawa PSM Makassar juara Liga Indonesia 1999–2000 serta menjadi bagian dari skuad Persik Kediri pada 2003.

Pengalaman panjangnya di lapangan hijau mengantarkan Kuncoro ke dunia kepelatihan. Ia mengantongi Lisensi A PSSI dan mengabdikan sebagian besar karier kepelatihannya untuk Arema, mulai dari asisten pelatih hingga pelatih fisik. Dalam keseharian, ia dikenal rendah hati dan lebih memilih bekerja di balik layar, membantu membentuk fondasi tim tanpa banyak tampil di depan publik.

Ungkapan duka disampaikan Arema FC melalui akun resmi klub. Manajemen menyebut Kuncoro sebagai sosok penuh dedikasi yang memberikan ilmu, tenaga, dan kesetiaan untuk Arema serta sepak bola Indonesia.

Doa dan penghormatan mengalir, menegaskan betapa kehadirannya meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah tergantikan.

Kepergian Kuncoro terasa istimewa karena ia pergi saat masih aktif mengabdi. Ia tidak pensiun dari sepak bola, tidak pula menjauh dari lapangan. Hingga akhir hayatnya, Abah Kuncoro tetap berada di sisi Arema. Dalam dunia yang kerap gemerlap oleh sorotan, ia memilih jalur sunyi, dan justru dari sanalah namanya dikenang. (**) 

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow