Produksi Susu di Dusun Brau Gunungsari Kota Batu Meningkat 4.000 Persen Pasca Wabah PMK

Dusun Brau sendiri saat dikenal sebagai sentra produksi susu murni di Kota Batu. Mayoritas peternak di wilayah ini berada di bawah naungan Koperasi Margo Makmur Mandiri, yang menampung sekitar 90 persen hasil susu warga.

10 May 2025 - 19:19
Produksi Susu di Dusun Brau Gunungsari Kota Batu Meningkat 4.000 Persen Pasca Wabah PMK
Produksi susu yang kembali melimpah pasca menurunnya wabah PMK (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Produksi susu segar di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menunjukkan peningkatan signifikan setelah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat melumpuhkan sektor peternakan mulai mereda.

Salah seorang peternak lokal, Arianto, mencatat lonjakan produksi yang luar biasa dari sebelumnya hanya 5 liter per hari menjadi 250 liter per hari. Itu berarti peningkatan produksi mencapai 4000 persen.

Arianto pada Sabtu (10/5/2025) membeberkan sebelumnya saat wabah PMK melanda, banyak sapi perah miliknya yang tidak bisa diperah bahkan mati akibat infeksi.

Dari total 15 sapi indukan yang ia miliki, lima di antaranya mati, menyisakan hanya 10 ekor. Namun dalam waktu satu tahun terakhir, jumlah indukan perlahan meningkat menjadi 13 ekor, ditambah 11 sapi anakan, sehingga total kini ada 24 ekor sapi di kandangnya.

“Produksi susu sempat anjlok parah, dulu paling cuma bisa ambil 5 liter sehari dan itupun tidak setiap hari bisa diproduksi. Sekarang sudah kembali normal, bisa 200 sampai 250 liter per hari," paparnya

Ia menjelaskan bahwa produksi susu dari seekor sapi perah bisa mencapai 250 liter per hari dalam kondisi sehat. Saat wabah melanda, angka itu anjlok drastis bahkan ada sapi yang tidak bisa diperah sama sekali. Akibatnya, kerugian pun tak terhindarkan, apalagi harga satu ekor sapi indukan bisa mencapai Rp 25 juta.

Kini, setelah melalui masa pemulihan panjang, Arianto bersama para peternak lain kembali bangkit. Meski jumlah sapi usia produktif belum sepenuhnya kembali seperti semula, tren peningkatan produksi sudah tampak jelas. Hal ini tidak lepas dari upaya perawatan intensif, pemberian suplemen, serta vaksinasi yang dilakukan secara berkala untuk menjaga kesehatan sapi.

"Memang belum sepenuhnya pulih seperti sebelum PMK, tapi sekarang sudah sangat membaik. Kami optimistis bisa kembali seperti dulu, bahkan lebih baik," tambahnya.

Dusun Brau sendiri saat dikenal sebagai sentra produksi susu murni di Kota Batu. Mayoritas peternak di wilayah ini berada di bawah naungan Koperasi Margo Makmur Mandiri, yang menampung sekitar 90 persen hasil susu warga.

Arianto berharap pemerintah terus memberikan dukungan bagi peternak agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Sebab, bagi warga Dusun Brau, beternak sapi perah dan memproduksi susu merupakan sumber penghidupan utama. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow