Produksi Sampah 550 Ton Per Hari, Lamongan Gencar Kelola Sampah
Pemkab Lamongan terus menggencarkan pengelolaan sampah melalui TPST, Bank Sampah, TPS3R, dan TPA. Rata-rata sampah di Lamongan mencapai 550 ton per hari, namun baru 21 TPS3R beroperasi dari total 474 desa/kelurahan.
LAMONGAN, SJP – Upaya pengelolaan sampah di Kabupaten Lamongan terus digencarkan. Mulai dari memaksimalkan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), bank sampah, Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Seluruh fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam mengurangi volume sampah yang dihasilkan masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan, total sampah yang dihasilkan dari 27 kecamatan rata-rata mencapai 550 ton per hari.
Namun, pemanfaatan TPS3R di tingkat desa dinilai masih perlu ditingkatkan agar pengelolaan sampah berjalan optimal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.
Hingga kini, progres pembangunan TPS3R di Lamongan belum maksimal. Dari total 474 desa/kelurahan, baru 21 TPS3R yang beroperasi.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan hal itu usai melepas aksi bersih sampah dalam rangka peringatan World Cleanup Day (WCD) 2025, Jumat (19/9/2025) di Kawasan Gadjah Mada, Lamongan.
Aksi ini diikuti oleh Forkopimda, OPD, staf, hingga pelajar yang menyasar kawasan sekitar Pasar Sukomulyo.
“Permasalahan sampah tidak cukup hanya dengan memaksimalkan pengelolaan. Edukasi kepada masyarakat untuk meminimalisasi penggunaan sampah plastik juga menjadi bagian penting,” ujar Yuhronur.
Saat ini, TPST Samtaku memiliki kapasitas pengelolaan rata-rata 60 ton per hari, dengan jumlah sampah masuk mencapai 40–45 ton per hari. Untuk menambah kapasitas, Pemkab Lamongan juga tengah membangun TPST Dadapan yang nantinya akan mengakomodasi pengelolaan sampah di wilayah pantura.
Dalam Kebijakan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenis Sampah Rumah Tangga (Jakstrada), Pemkab Lamongan menargetkan pada tahun 2024 capaian penanganan sebesar 70 persen dan pengurangan 30 persen. Namun, realisasi di lapangan dinilai masih belum optimal.
“Diperlukan peningkatan partisipasi masyarakat dan penguatan fasilitas agar jumlah sampah yang tertangani dapat meningkat,” kata Yuhronur.
Aksi bersih sampah yang digelar serentak di seluruh Lamongan ini turut melibatkan armada kebersihan, di antaranya tiga dump truck, 10 kendaraan tossa, serta 100 personel kebersihan. Dump truck dijadwalkan menyisir wilayah Kecamatan Tikung, Babat, dan Karangbinangun. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

