Produksi Masih Terbatas, Pemkot Batu Siapkan Pendampingan Terpadu untuk UMKM Telur Asin Pesanggrahan
Dengan pendampingan terpadu lintas perangkat daerah, Pemkot Batu menargetkan UMKM skala rumahan mampu meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, dan tumbuh berkelanjutan sebagai fondasi ekonomi kerakyatan di tingkat desa
KOTA BATU, SJP – Keterbatasan kapasitas produksi masih menjadi tantangan utama bagi pelaku UMKM skala rumahan di Kota Batu. Hal itu terlihat saat Wali Kota Batu mengunjungi usaha telur asin milik Angga, warga Dusun Srebet Timur, Desa Pesanggrahan beberapa waktu lalu.
Pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut pada Jumat (16/1/2026) menerangkan, usaha yang dikelola secara mandiri tersebut saat ini hanya mampu memproduksi sekitar 25 hingga 30 butir telur asin setiap tiga hari sekali. Dengan harga jual Rp3.500 per butir, produksi yang terbatas membuat pengembangan usaha belum berjalan optimal, meski kualitas produk dinilai cukup baik.
"Komitmen Pemerintah Kota Batu untuk memberikan pendampingan terpadu bagi UMKM, khususnya yang masih berada pada tahap awal pengembangan," urainya.
Pendampingan itulah yang akan mencakup perluasan akses pemasaran, fasilitasi perizinan produk, hingga dukungan sarana rumah produksi melalui perangkat daerah terkait.
Sehingga pria nomor satu di Kota Batu tersebut menegaskan permasalahan UMKM bukan hanya soal produksi, namun juga legalitas, pemasaran, dan fasilitas sehingga pemerintah perlu melakukan intervensi secara bertahap.
"Pemkot Batu berharap, melalui pendampingan yang berkelanjutan, UMKM rumahan seperti usaha telur asin ini dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa," tandasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

