Prediksi Cuaca Ekstrem di Jatim hingga Akhir Tahun, BMKG: Waspadai Bencana Hidrometeorologi!

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda memprediksi peningkatan aktivitas cuaca ekstrem ini mulai 21 - 31 Desember 2025.

21 Dec 2025 - 14:13
Prediksi Cuaca Ekstrem di Jatim hingga Akhir Tahun, BMKG: Waspadai Bencana Hidrometeorologi!
Update Monitoring Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia sebelah Selatan Jawa Barat. (foto: BMKG Juanda)

SIDOARJO – Menjelang pergantian tahun, masyarakat Jawa Timur diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda memprediksi peningkatan aktivitas cuaca ekstrem ini akan berlangsung selama 11 hari ke depan, mulai 21 hingga 31 Desember 2025.

Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa ancaman bencana seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, hingga puting beliung dipicu oleh beberapa faktor atmosfer yang terjadi secara bersamaan.
Penyebab Cuaca Ekstrem

Menurut Taufiq, ada tiga faktor utama yang memengaruhi kondisi cuaca di Jawa Timur saat ini. Di antaranya; aktifnya Monsun Asia serta terpantaunya Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia selatan Jawa Barat memberikan dampak tidak langsung berupa hujan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jawa Timur. Selain itu, kondisi suhu muka laut di perairan Selat Madura masih cukup signifikan. Di sisi yang lain atmosfer lokal terpantau labil, yang sangat mendukung pertumbuhan awan konvektif pemicu hujan petir dan angin kencang.

Menurut Taufiq, hampir seluruh wilayah di Jawa Timur masuk dalam zona waspada, mulai dari wilayah barat seperti Pacitan dan Magetan, wilayah tengah seperti Kediri dan Malang, hingga wilayah timur dan kepulauan seperti Banyuwangi serta Madura.

"Saat ini seluruh Jawa Timur sudah berada pada musim hujan, bahkan beberapa wilayah diprakirakan sudah memasuki puncak musim hujan," ujar Taufiq dalam keterangan resminya.

Taufiq menghimbau instansi terkait dan masyarakat, terutama yang berada di wilayah dengan topografi curam atau pegunungan, untuk lebih waspada terhadap dampak fisik yang mungkin muncul. Dia menyebutkan dampak yang potensial terjadi: banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang.

Masyarakat disarankan selalu memantau kondisi cuaca secara real-time melalui citra radar WOFI dan informasi peringatan dini 3 harian melalui website resmi (stamet-juanda.bmkg.go.id) atau media sosial @infobmkgjuanda.

Bagi warga yang membutuhkan informasi darurat atau konsultasi cuaca, BMKG Juanda menyediakan saluran telepon 24 jam di (031) 8668989 atau melalui WhatsApp di 0895800300011. (*)

Editor: Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow