Ponpes Tebuireng Jombang Jadi Bagian Aksi Serentak Polri Tanam Jagung untuk Ketahanan Pangan

Target kontribusi penanaman jagung dicanangkan Polri sampai akhir tahun 2025 mencapai 1 juta hektare dengan harapan total produksi jagung nasional bisa mencapai 4 juta ton.

06 Aug 2025 - 18:17
Ponpes Tebuireng Jombang Jadi Bagian Aksi Serentak Polri Tanam Jagung untuk Ketahanan Pangan
Kegiatan Tanam Jagung Kolaborasi Polri dan Ponpes se Jawa Timur di lahan milik Ponpes Tebuireng, Jombang. (Ist/SJP)

JOMBANG, SJP - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tengah gencar melakukan aksi penanaman jagung untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. 

Target kontribusi penanaman jagung dicanangkan Polri sampai akhir tahun 2025 mencapai 1 juta hektare dengan harapan total produksi jagung nasional bisa mencapai 4 juta ton.

Aksi yang menandai kontribusi Polri tersebut disampaikan saat kunjungan inspektur pengawasan umum (Irwasum) Polri Komjen Dedi Prasetyo yang mewakili Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di lahan Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Rabu (6/8/2025).

Di lahan seluas 10 hektare milik pesantren Tebuireng Polri bersama pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dan juga Bupati Jombang Warsubi melakukan penanaman jagung secara simbolik. Terhubung secara luas di seluruh wilayah Jawa Timur serentak melakukan penanaman jagung.

"Alhamdulillah hari ini kita sudah melakukan kegiatan tanam serentak jagung dengan berkolaborasi bersinergi dengan seluruh pondok pesantren. Khususnya di Jawa Timur ada kurang lebih 264 Pondok dengan luas lahan 500 hektare," ucap Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Menurut Komjen Pol Dedi Prasetyo, selain tanam jagung, Polri juga menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) secara simbolis kepada Ponpes Tebuireng yang diterima langsung oleh Gus Kikin. Termasuk sejumlah bantuan sosial dan tali asih juga disalurkan kepada masyarakat dan santri.

"Total target penanaman jagung pada kuartal ketiga adalah 440.000 hektar dan target nasional hingga akhir tahun seluas 1 juta hektar, diharapkan produksi jagung nasional mencapai 4 juta ton, jauh di atas capaian tahun sebelumnya," jelas Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo yang juga telah didapuk menjadi Wakapolri itu.

Dalam laporan karo SDM Polda Jatim Kombes Pol Ari Wibowo menerangkan sejauh ini ada total luas lahan yang dikelola oleh Polda Jatim untuk mendukung ketahanan pangan nasional, yakni mencapai 209.587,85 hektare.

Rinciannya, lahan bekas sawah (LBS) seluas 143.442,89 hektare, kemudian lahan perhutanan sosial seluas 49.432,59 hektare lalu lahan produktif seluas 16.203 hektare dan juga lahan pondok pesantren seluas 59,37 hektare.

Sementara itu Bupati Jombang Warsubi menyampaikan bahwa dari kota santri aksi menanam pangan sebagai pesan kuat untuk negeri. Ketahanan pangan adalah jihad modern, dulu banyak pesantren yang berdiri dan berkembang dari hasil pertanian yang dikelola oleh kiai dan santri.

"Pertanian menjadi sumber utama pembiayaan operasional pesantren untuk memenuhi kebutuhan pangan santri. Hari ini santri dan Polri bersatu menjaga Negeri melalui pertanian," tandas bupati.

Tampak hadir dalam kunjungan perwakilan Polri ke Kabupaten Jombang di antaranya Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan beserta jajaran, pengasuh Ponpes Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus kikin kemudian pengasuh Ponpes Darul Ulum Rejoso KH. Cholil Dahlan, lalu KH Hasib Wahab pengasuh Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras.

Kemudian, KH. Ahmad Masduqi Abdurrohman (Pengasuh PPRTQ Jombang), KH. Abdussalam sochib pengasuh PP. Mambaul Maarif Denanyar juga hadir. Hadir pula Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar dan Ketua MUI Jatim KH. Hasan Mutawakil Alallah, serta unsur Forkopimda Jombang. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow