Datangi DPRD, PHDI Pasuruan Minta Kegiatan Keagamaan Dibiayai APBD
PHDI berharap dukungan finansial ini dapat kembali dialokasikan, setidaknya mulai tahun anggaran 2026.
PASURUAN, SJP — Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Pasuruan menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan agar memberikan perhatian serta dukungan anggaran yang lebih proporsional terhadap kegiatan keagamaan umat Hindu.
Aspirasi ini dilontarkan dalam pertemuan audiensi dengan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pasuruan pada Rabu (5/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, PHDI menyoroti beberapa agenda keagamaan tahunan yang sebelumnya pernah menerima bantuan dari pemerintah daerah, seperti pawai ogoh-ogoh dan perayaan Hari Raya Nyepi.
Namun, bantuan tersebut dilaporkan terhenti dalam beberapa waktu terakhir. PHDI berharap dukungan finansial ini dapat kembali dialokasikan, setidaknya mulai tahun anggaran 2026.
Sekretaris PHDI Kabupaten Pasuruan, Puja Wasista, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah penting untuk mengomunikasikan kondisi dan kebutuhan mendesak umat Hindu di daerah tersebut.
Ia secara khusus memohon dukungan konkret pemerintah terhadap kegiatan keagamaan serta lembaga pendidikan Hindu.
"Kami memohon support dan dukungan pemerintah. Hingga saat ini, kami belum memiliki kantor pelayanan yang memadai, dan kegiatan pasraman (lembaga pendidikan keagamaan Hindu) masih dibiayai secara mandiri tanpa adanya hibah," ujar Puja Wasista.
Puja memaparkan, sedikitnya ada 21 pasraman di Kabupaten Pasuruan, tetapi hanya 13 yang dapat beroperasi secara aktif karena keterbatasan biaya operasional. Bahkan, pengadaan buku-buku pelajaran sering kali harus ditanggung secara swadaya oleh pengurus dan guru agama.
"Kami yakin, jika ada bantuan dari pemerintah, seluruh pasraman dapat kembali aktif. Lembaga pendidikan ini sangat krusial untuk menjaga kelangsungan pendidikan dan budaya umat Hindu," tegasnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setya Wardhana, menyatakan bahwa masukan dari PHDI akan menjadi perhatian serius pihak legislatif.
Ia menilai bahwa umat Hindu telah memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan melestarikan budaya lokal.
"Kami akan memperjuangkan agar ada alokasi anggaran yang lebih adil dan merata untuk semua umat beragama. Tidak boleh ada pihak yang terabaikan, termasuk saudara-saudara kita umat Hindu," kata Agus.
Menurut Agus, wilayah-wilayah seperti Tosari, Tutur, dan Puspo merupakan daerah yang kaya akan nilai budaya dan spiritual, sehingga perhatian lebih dari pemerintah adalah hal yang wajar.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan seperti pawai ogoh-ogoh dan perayaan hari raya keagamaan lainnya.
"Kami akan terus mengawal usulan ini agar dapat direalisasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun depan. Masukan dari PHDI sangat penting untuk mencapai keseimbangan pembangunan keagamaan di Pasuruan," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

