Petani Tewas Terkapar di Kebun Jagung Blitar
Korban diduga kuat mengembuskan napas terakhirnya saat sedang beraktivitas merawat tanaman di sawah miliknya.
KOTA BLITAR, SJP — Warga Tanjungsari digegerkan dengan penemuan seorang petani lanjut usia (lansia) tewas tergeletak di area persawahan Jalan Mahakam, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, pada Rabu (8/7/2026) petang.
Korban diduga kuat mengembuskan napas terakhirnya saat sedang beraktivitas merawat tanaman di sawah miliknya.
Korban diidentifikasi bernama Mualim (80), seorang warga setempat yang tinggal di Jalan Kalimas Nomor 28, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.
Peristiwa memilukan pertama kali diketahui oleh warga di lokasi sekitar pukul 17.30 WIB. Kejadian bermula saat seorang petani lain bernama Agung, merasa curiga karena menjelang petang korban tidak kunjung pulang ke rumah.
Sejak pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB, Agung mengetahui bahwa Mualim tengah beraktivitas memupuk tanaman jagung di lahan persawahannya. Namun hingga matahari hampir terbenam, keberadaan lansia tersebut tidak lagi terlihat dari kejauhan.
Didorong rasa penasaran dan khawatir, Agung berinisiatif melakukan pencarian di sekitar area ladang jagung. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, tergeletak di sela-sela tanaman dengan posisi tubuh miring, kaki terlipat, dan kepala menghadap ke arah timur.
Melihat kondisi tersebut, Agung langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Mendapat laporan warga, Kapolsek Sukorejo Kompol Santoso bersama jajaran personel Polsek Sukorejo, Tim Inafis Polres Blitar Kota, petugas PMI Kota Blitar, serta perangkat Kelurahan Tanjungsari langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban.
Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat petani lansia tersebut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal di lokasi kejadian serta pencocokan keterangan dari pihak keluarga, korban dipastikan meninggal dunia karena faktor kesehatan.
"Dari hasil pemeriksaan di lokasi serta keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan sesak napas. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ujar AKP Samsul Anwar dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Kamis (9/7/2026).
AKP Samsul Anwar menjelaskan, pihak keluarga besar Mualim telah mengikhlaskan kepergian korban dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah murni.
Pihak keluarga juga meminta petugas untuk tidak melakukan tindakan autopsi terhadap jenazah.
"Keluarga korban telah membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

