Pakai Alat Derek, Polisi Lanjutkan Evakuasi Diduga Bom di Dasar Sungai Blitar

Langkah lanjutan ini diambil setelah upaya evakuasi yang dilakukan pada Rabu (8/7/2026) sore kemarin sempat menemui jalan buntu.

09 Jul 2026 - 08:00
Pakai Alat Derek, Polisi Lanjutkan Evakuasi Diduga Bom di Dasar Sungai Blitar
Lokasi penemuan diduga bom di Sungai Lahar Blitar. (Foto: Istimewa)

BLITAR, SJP — Proses evakuasi terhadap sebuah benda misterius berukuran besar yang diduga kuat merupakan bom peninggalan masa lalu di aliran Sungai Lahar, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, kembali dilanjutkan pada Kamis (9/7/2026).

Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur dijadwalkan kembali menerjunkan personel ke lokasi penemuan. Kali ini, petugas melengkapi diri dengan peralatan tambahan yang lebih berat untuk mengangkat benda logam tersebut dari dasar sungai.

Langkah lanjutan ini diambil setelah upaya evakuasi yang dilakukan pada Rabu (8/7/2026) sore kemarin sempat menemui jalan buntu. 

Selama hampir dua setengah jam, Tim Jibom bersama personel Polres Blitar Kota dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar berhamburan di lokasi untuk mengangkat objek tersebut. Namun, posisi benda yang tertanam dalam di dasar sungai dan terjepit bongkahan batu berukuran besar menyulitkan pergerakan petugas.

Kabag Ops Polres Blitar Kota, Kompol Agus Tri, menjelaskan bahwa pihak kepolisian pertama kali menerima laporan dari masyarakat pada Rabu pagi sekitar pukul 10.30 WIB. 

Begitu menerima informasi sensitif tersebut, petugas Polsek Sukorejo langsung bergerak cepat mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi (police line), sebelum akhirnya berkoordinasi langsung dengan Tim Jibom Brimob Polda Jatim.

"Tim Jibom sudah melakukan penanganan awal di lokasi. Namun proses evakuasi cukup sulit karena benda berada di bawah batu dan berada di aliran sungai," kata Kompol Agus Tri saat memberikan keterangan resmi, Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan analisis serta identifikasi awal yang dilakukan oleh Tim Jibom di lapangan, benda asing tersebut memiliki bentuk fisik yang sangat mirip dengan bom udara yang biasa diangkut oleh pesawat tempur. Ukurannya tergolong cukup besar, dengan perkiraan diameter mencapai sekitar 50 sentimeter.

Meski begitu, hingga saat ini aparat keamanan belum bisa memastikan secara detail mengenai status hulu ledak benda tersebut, apakah masih dalam kondisi aktif yang mematikan atau sudah tidak berfungsi (berkarat/mati).

Untuk mengantisipasi risiko ledakan, polisi mengubah strategi evakuasi pada hari ini dengan menggunakan alat bantu mekanis.

"Hari ini rencananya proses evakuasi dilanjutkan dengan membawa alat derek. Batu yang menindih benda itu harus diangkat lebih dulu agar bisa dievakuasi dengan aman," ujar Kompol Agus Tri menambahkan.

Guna menjaga keamanan dan keselamatan publik, area sekitar bantaran Sungai Lahar kini dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Warga dilarang keras melintasi garis polisi atau mendekat ke bibir sungai selama proses pengangkatan berlangsung.

Benda yang menggegerkan warga Kota Blitar ini pertama kali ditemukan oleh Oki Eka Hadi Saputra, seorang warga yang tinggal di Jalan Manggar, Kelurahan Sukorejo. Oki secara tidak sengaja menemukan benda tersebut saat sedang mencari ikan menggunakan alat panah tradisional di Sungai Lahar pada Ahad (5/7/2026) malam yang lalu.

Saat sedang menyelam dan mengejar ikan yang berenang masuk ke sela-sela bebatuan air, jemari tangan Oki justru menyentuh sebuah objek keras berbahan logam tebal yang bentuknya tidak lazim.

"Saya kejar ikannya, lalu saat meraba di balik batu, tangan saya memegang benda seperti bom itu," kata Oki.

Sadar bahwa benda yang disentuhnya berpotensi membahayakan nyawa, Oki kemudian melaporkan temuan tersebut ke mapolsek terdekat. Laporan berantai itulah yang akhirnya ditindaklanjuti secara serius oleh Polres Blitar Kota dan Tim Jibom Brimob Polda Jawa Timur demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow