Petani Di Jombang Curhat Tak Dapat Jatah Pupuk Subsidi

Beberapa Petani di Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang meluapkan keluh kesah lantaran kesulitan untuk mendapatkan Pupuk Subsidi dari Pemerintah.

22 Jan 2024 - 08:15
Petani Di Jombang Curhat Tak Dapat Jatah Pupuk Subsidi
Salah seorang petani tunjukkan tanaman yang mestinya mendapat jatah pupuk subsidi. (Fredi/SJP)

Jombang, SJP - Beberapa petani di Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang meluapkan keluh kesah lantaran kesulitan untuk mendapatkan Pupuk Subsidi dari Pemerintah. 

Petani menilai, besaran anggaran yang digelontorkan pimpinan pusat sebesar Rp 14 Triliun untuk Pupuk Subsidi rupanya belum membawa pengaruh positif bagi petani di Jombang. 

Hario (53) Tahun petani asal Dusun Kandangan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan menyatakan keluhan jika tidak dapat jatah Pupuk Subsidi.

Bahkan sejumlah teman petani juga dicoret dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Tahun sebelumnya dapat (pupuk subsidi) namun tahun ini kok tidak dapat, padahal sudah setor KTP ke PPL Pertanian tapi malah tidak dapat,” ungkap Hario kepada wartawan, Senin (22/1/2024).

Menurut Haryo, banyak petani mengeluh lantaran minimnya jatah pupuk subsidi dari pemerintah.

Kondisi minimnya pupuk subsidi terjadi terlebih setelah masa musim tanam padi, sehingga petani banyak yang kelimpungan. 

Senada, kondisi minimnya pupuk subsidi juga dirasakan Sakip (55) Tahun, petani asal Dusun Klagen, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan.

Ia terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga lebih mahal dua kali lipat.

“Ya mau bagaimana lagi mas, sudah tandur (tanam padi) sejak seminggu lalu waktunya pupuk, saya tidak dapat subsidi sehingga terpaksa beli non subsidi,” keluhnya.

Sementara, Prayoga (23), petani milenial asal Peterongan mengaku ikut saat rapat dengan PPL Pertanian.

Dirinya menyayangkan pengurangan terhadap petani yang dapat jatah pupuk subsidi.

“Seharusnya pemerintah daerah melakukan evaluasi, masak dari dulu masalahnya tetap saja pupuk, kan kasian para petani yang satu-satunya mata pencahariannya dari sawah,” ungkap Prayoga. 

Menurut Prayoga, perwakilan pemerintah terdekat dari petani adalah Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Mestinya PPL bisa mendampingi dan memberikan penjelasan kepada petani. 

“Ya PPL disini yang harus cerdas dan bisa menjaring aspirasi petani, misal ada informasi baru ya harus segera disampaikan kepada petani,” tandasnya. (*) 

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow