PT Pupuk Indonesia Gelar Gebyar Diskon di Bojonegoro

Ribuan petani Bojonegoro berbondong-bondong datang ke lokasi guna mendapatkan pupuk dengan harga murah, 1 paket yang berisi dua karung pupuk jenis Urea dan NPK Phonska Plus hanya dibanderol Rp270 ribu.

22 Jan 2024 - 08:45
PT Pupuk Indonesia Gelar Gebyar Diskon di Bojonegoro
Petani setelah membeli pupuk diskon non subsidi. Foto:(Abrori/SJP)

Kabupaten Bojonegoro, SJP- PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar Gebyar Diskon pupuk yang berlokasi di gudang penyangga pupuk Petrokimia Gresik , Jl Babat-Bojonegoro 15-11 Desa Banjaranyar Kecamatan Baureno-Bojonegoro, Senin (22/1/2024).

Ribuan petani Bojonegoro berbondong-bondong datang ke lokasi guna mendapatkan pupuk dengan harga murah, 1 paket yang berisi dua karung pupuk jenis Urea dan NPK Phonska Plus hanya dibanderol Rp270 ribu.

Direktur Keuangan dan Umum PT Pupuk Indonesia (Persero) Robby Setiabudi Madjid mengatakan, pupuk yang disediakan untuk Gebyar Diskon bagi para petani adalah pupuk non subsidi jenis Urea dan NPK Plus kemasan 25 kilogram tiap karungnya.

"Pupuk yang kita diskon ini dari jenis non subsidi," ungkapnya, Senin (22/1/2024).

Pihaknya menyediakan kupon sebanyak 4.500 lembar, dimana tiap kuponya petani mendapat jatah dua jenis pupuk tersebut diatas.

Jumlah kupon itu jika dikonversi dalam tonase sejumlah 250 ton pupuk non subsidi.

"Total kami menyediakan 250 ton dalam Gebyar Diskon ini," tambahnya.

Ada 30 titik lokasi Gebyar Diskon pupuk non subsidi di seluruh Pulau Jawa yang diselenggarakan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero), dan tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan lokasi jika program tersebut diterima dengan baik.

"Jika diterima dengan baik, kedepan mungkin akan ditingkatkan," tandasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro Helmy Elisabeth menyatakan, kebutuhan pupuk bagi petani Bojonegoro yang diusulkan sesuai sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK), pupuk jenis Urea sebanyak 50 persen, sedangkan jenis NPK Phonska Plus sebanyak 29 persen.

"Namun ada penurunan alokasi jatah pupuk subsidi di seluruh Indonesia," katanya.

Secara kebutuhan, pupuk jenis Urea sebanyak 73 persen, dan NPK Phonska sebanyak 45 persen baru bisa mencover kebutuhan petani seluruh Kabupaten Bojonegoro.

"Urea baru bisa tercukupi jika 73 persen, dan NPK Phonska 45 persen baru bisa mencukupi," paparnya.

Terkait berkurangnya usulan pupuk bagi Kabupaten Bojonegoro, pihaknya mengaku sudah berusaha maksimal mengajukan kepada Pemerintah Pusat sesuai usulan kelompok tani.

"Yang pasti kami sudah berupaya semaksimal mungkin mengajukan kebutuhan pupuk sesuai usulan kelompok tani," pungkasnya.(*)

editor: trisukma

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow