Petani di Gresik Gagal Tanam dan Merugi Akibat Cuaca Buruk

Harapan untuk meraup untung di momentum awal tanam padi ini musnah setelah lahan persawahan mereka diterpa cuaca buruk, hujan dengan intensitas tinggi.

26 Nov 2025 - 17:03
Petani di Gresik Gagal Tanam dan Merugi Akibat Cuaca Buruk
Petani padi asal Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik. (Foto; Anis/SJP)

GRESIK, SJP - Nasib malang tengah menimpa para petani padi di Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Harapan untuk meraup untung di momentum awal tanam padi ini musnah setelah lahan persawahan mereka diterpa cuaca buruk, hujan dengan intensitas tinggi. 

Cuaca buruk tersebut membuat lahan persawahan terendam air sehingga benih padi rusak. Penanaman benih padi baru membutuhkan tenaga buruh berlebih sehingga dipastikan biaya produksi membengkak. 

"Ya sangat merugikan, karena biasanya belum ada air petani cukup membutuhkan dua orang buruh tanam. Tetapi sekarang membutuhkan orang banyak, karena lahan terendam air," kata salah satu petani warga Desa Gredek, Suharti (65), Rabu (26/11/2025).

Suharti mengatakan, cuaca buruk hujan berintensitas tinggi ini sudah terjadi sejak bulan Oktober 2025. Ia menyebut, sampai memasuki bulan November 2025 ini hujan turun hampir setiap hari.

Lahan sawah yang sudah ditanami padi seluas satu hektare milik Suharti, kini dalam kondisi terendam air. Benih gabah padi sebanyak dua sak yang telah ditanam pun rusak.

"Sudah berkorban gabah padi dua sak. Belum dihitung ongkos tenaga tanam. Sekarang juga belum bisa membuat benih lagi karena masih sering hujan," jelasnya. 

Para petani mengupayakan segera dalam waktu dekat untuk pembuatan benih padi supaya dalam rentang waktu 22 hari kedepan bisa siap ditanam.

Hal sama diutarakan petani Desa Gredek lainnya, Iwanto (52), bahwa cuaca buruk membuat ongkos biaya tanam naik berkali-kali lipat. "Biasanya bisa tanam sendiri, sekarang sudah tidak bisa," ungkap dia.

Menurut dia, dalam luasan lahan sawah satu hektare bisa menanam biji atau gabah padi seorang diri. Namun, ia sekarang harus menghabiskan biaya Rp5 juta untuk tenaga buruh tanam benih padi.

"Naik dua sampai tiga kali lipat. Semoga saat panen nanti masih menyisakan untung," pungkasnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow