Jelang HUT RI, Perajin Bendera di Tulungagung Keluhkan Sepinya Permintaan Umbul-Umbul
Menurut Imam, penjualan umbul-umbul tahun ini turun drastis hampir 50 persen dibanding tahun lalu. Tahun lalu, ia mampu menjual hingga 3.000 lembar umbul-umbul. Namun saat ini hingga awal Agustus jumlah barang yang keluar hanya menyentuh angka 1.000 lembar.
TULUNGAGUNG, SJP - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang, para perajin bendera dan umbul-umbul di Tulungagung, biasanya mulai kebanjiran pesanan. Namun tahun 2025 ini, suasana justru berbeda.
Imam Syafi’i, salah seorang perajin asal Kelurahan Kampungdalem, hanya bisa pasrah melihat sepinya pesanan yang berdampak langsung pada pendapatannya.
“Untuk tahun ini kayaknya merosot, Mas. Soalnya karena kondisi ekonomi yang tidak stabil dan juga permintaan sampai hari ini pun kita harus menunggu,” ujar Imam, Ahad (3/7/2025).
Menurut Imam, penjualan umbul-umbul tahun ini turun drastis hampir 50 persen dibanding tahun lalu. Tahun lalu, ia mampu menjual hingga 3.000 lembar umbul-umbul. Namun saat ini hingga awal Agustus jumlah barang yang keluar hanya menyentuh angka 1.000 lembar.
“Kalau dulu orderan barang bisa keluar sampai 2.000, 3.000 lebih. Sekarang baru keluar sekitar 1.000an umbul-umbul,” jelasnya.
Berbeda dengan umbul-umbul, penjualan bendera merah putih masih tergolong stabil. Hingga awal Agustus ini, Imam mencatat sudah menjual sekitar 2.000 lembar dan yakin permintaan masih akan meningkat hingga mendekati tanggal 17 Agustus.
“Kalau bendera saya yakin masih bisa dijaga. Soalnya kan bendera tiap rumah wajib memasang. Sampai hari ini pesanan dari luar kota seperti Nganjuk, Madiun, dan Ponorogo masih terus ada,” tambahnya.
Imam juga menyebutkan bahwa harga produk buatannya masih tetap, tidak ada perubahan dari tahun lalu. Bendera dijual mulai dari Rp10.000 hingga Rp200.000 tergantung jenis kain dan ukurannya, sementara umbul-umbul dibanderol antara Rp30.000 hingga Rp60.000 per lembar.
Ukuran bendera paling diminati adalah 80x120 cm dan 60x90 cm, sedangkan umbul-umbul yang paling laku biasanya berukuran lima meter lurus.
Saat ini, Imam masih menyimpan tumpukan kain yang telah dipotong dan siap dijahit jika sewaktu-waktu ada pesanan mendadak.
“Tinggal nanti kalau ada pesanan langsung kita eksekusi. Strategi dari pengusaha ya nunggu aja, karena kondisi ekonomi global kayaknya merata begini,” pungkasnya.
Dengan kondisi yang tak menentu ini, para perajin hanya berharap agar permintaan terus meningkat menjelang detik-detik peringatan kemerdekaan. Namun bagi Imam dan perajin lainnya, tahun ini mereka tak bisa banyak berharap lebih seperti tahun-tahun sebelumnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

