Perumda Tirta Kanjuruhan Malang Libatkan Perempuan Jadi Pelestari Sumber Air

Perumda Tirta Kanjuruhan menilai perempuan memiliki peran penting dalam menjaga sumber air dan memperkuat pengelolaan air berkelanjutan di Kabupaten Malang.

07 May 2026 - 18:51
Perumda Tirta Kanjuruhan Malang Libatkan Perempuan Jadi Pelestari Sumber Air
Salah satu sumber air yang menjadi penopang pelayanan Perumda Tirta Kanjuruhan di wilayah timur Kabupaten Malang, tetap terjaga di tengah rindangnya alam. (Foto : Istimewa)

MALANG, SJP — Perumda Tirta Kanjuruhan menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menjaga keberlanjutan sumber air di Kabupaten Malang. Perspektif gender dinilai menjadi bagian penting BUMD milik Kabupaten Malang ini dalam menciptakan tata kelola air yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Direktur Utama Syamsul Hadi mengatakan, perempuan memiliki kedekatan langsung dengan kebutuhan air dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, keterlibatan mereka dianggap mampu memperkuat upaya pelestarian sumber air.

“Perempuan adalah manajer air yang paling ulung di tingkat rumah tangga. Dengan melibatkan mereka secara aktif dalam aksi jelajah sumber ini, kami ingin memastikan bahwa kebijakan pengelolaan air lebih inklusif, empatik, dan berkelanjutan,” ujar Syamsul Hadi, belum lama ini.

Ia menjelaskan, tema “Water and Gender: Where Water Flows, Equality Grows” dipilih untuk menegaskan bahwa akses terhadap air bersih tidak bisa dilepaskan dari isu kesetaraan gender.

“Air adalah kebutuhan dasar semua orang. Karena itu, pengelolaannya juga harus melibatkan semua pihak, termasuk perempuan yang selama ini memiliki peran besar dalam menjaga kebutuhan air keluarga,” katanya.

Menurutnya, pendekatan berbasis gender bukan sekadar simbolik, melainkan bagian dari langkah membangun sistem pengelolaan air yang lebih manusiawi dan tepat sasaran.

“Kami tidak ingin pengelolaan air hanya dipandang dari sisi teknis. Ada aspek sosial, lingkungan, dan kemanusiaan yang juga harus diperhatikan,” tegasnya.

Dalam kegiatan jelajah sumber air yang digelar di kawasan Sumber Pitu, Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, perempuan dilibatkan dalam identifikasi kondisi sumber air, pemantauan lingkungan, hingga edukasi kepada masyarakat sekitar.

Syamsul menambahkan, keterlibatan perempuan diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sumber mata air di Kabupaten Malang.

“Kalau sumber air terjaga, maka keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat juga akan tetap terjamin untuk generasi mendatang,” tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow