Perempuan di Tulungagung Dilaporkan Hilang di Sungai Brantas, Tinggalkan Surat Perpisahan
Hingga Jumat sore, korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilanjutkan. Tim SAR berencana memperluas area pencarian hingga beberapa kilometer dari lokasi awal guna meningkatkan peluang menemukan korban.
TULUNGAGUNG, SJP - Seorang perempuan warga Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, dilaporkan hilang dan diduga tercebur ke Sungai Brantas di desa setempat. Peristiwa ini menggegerkan warga setelah ditemukan sejumlah barang pribadi milik korban beserta surat berpamitan di tepi sungai.
Komandan tim operasi pencarian dari Basarnas Pos Trenggalek , M. Jazuli Prasetyo, menyebut pihaknya menerima laporan pada Jumat pagi.
“Tadi pagi kami mendapatkan informasi dari rekan BPBD Kabupaten Tulungagung bahwasanya ada satu orang terjatuh di sekitaran Sungai Brantas,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Korban diketahui berinisial PCA, berusia 26 tahun. Berdasarkan keterangan keluarga, korban terakhir terlihat berada di rumah pada Kamis (9/4/2026) siang sebelum akhirnya keluar sekitar pukul 11.00 hingga 13.00 WIB dan tidak kembali hingga malam hari.
Jazuli menjelaskan bahwa di lokasi ditemukan barang-barang milik korban.
“Di situ di tempat lokasi ditemukan dompet atau barang bawaan milik korban,” katanya.
Upaya pencarian yang dilakukan warga sebelumnya juga menemukan tas berisi barang pribadi serta surat yang diduga ditulis korban berisi pesan perpisahan untuk keluarga dan anaknya. Selain itu, ditemukan pula pakaian dan alas kaki milik korban di sekitar tepi sungai.
Jazuli menambahkan bahwa dugaan sementara korban berada di sekitar aliran sungai sebelum hilang.
“Yang tertinggal ada dompet atau barang milik beliau di sekitar Sungai Brantas,” ungkapnya.
Memasuki Jumat siang, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Damkar Tulungagung, TNI, dan Polri mulai melakukan pencarian intensif. Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Brantas menggunakan perahu karet serta penelusuran jalur darat di sekitar lokasi kejadian.
Jazuli menjelaskan bahwa operasi hari pertama difokuskan di titik awal.
“Hari ini hari H1, kita fokus di lokasi kejadian dan melakukan pencarian menggunakan dua perahu karet,” jelasnya.
Hingga Jumat sore, korban masih belum ditemukan dan pencarian terus dilanjutkan. Tim SAR berencana memperluas area pencarian hingga beberapa kilometer dari lokasi awal guna meningkatkan peluang menemukan korban.
“Mungkin nanti kita perpanjang pencarian sekitar dua sampai lima kilometer,” pungkas Jazuli. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

