Perang Sarung di Bangkalan Ricuh, Pemuda 21 Tahun Dikeroyok Saat Buang Air

Aksi perang sarung antar pemuda di Bangkalan berujung ricuh. Seorang pemuda 21 tahun menjadi korban salah sasaran dan dikeroyok saat berhenti untuk buang air kecil di pinggir jalan.

24 Feb 2026 - 19:30
Perang Sarung di Bangkalan Ricuh, Pemuda 21 Tahun Dikeroyok Saat Buang Air
Ilustrasi perang sarung (Foto:https://share.google/7bzEouR7NWZ74j1AJ)

BANGKALAN, SJP – Aksi perang sarung antar kelompok pemuda di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berujung ricuh dan menelan korban salah sasaran. Peristiwa yang dipicu perselisihan dua kelompok dari desa berbeda itu berubah menjadi tawuran dan pengeroyokan terhadap seorang warga yang melintas di Jalan Desa Pangpong, Kecamatan Labang.

Kejadian tersebut terekam kamera CCTV milik warga pada Selasa (24/2/2026) dini hari. Dalam rekaman terlihat dua kelompok pemuda saling berlarian dan terlibat kejar- kejaran di area permukiman sebelum situasi semakin memanas.

Korban diketahui bernama Farhan (21), warga yang baru pulang dari Surabaya. Ia menjadi sasaran amukan massa saat berhenti sejenak di tepi jalan untuk buang air kecil. Kelompok pemuda yang tengah bertikai menduga Farhan merupakan bagian dari kelompok lawan.

"Peristiwa pengeroyokan itu menyasar korban yang baru pulang dari Surabaya," ungkap Ipda Agung Intama, Kasi Humas Polres Bangkalan.

Ipda Agung menjelaskan, saat insiden terjadi korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berlari menuju rumah warga terdekat untuk mencari perlindungan.

"Korban saat itu sedang berhenti untuk kencing di pinggir jalan menjadi sasaran pengeroyokan," jelasnya lebih lanjut.

Warga sekitar yang mengetahui adanya keributan langsung turun tangan untuk membubarkan para pemuda yang terlibat bentrokan. Beberapa di antaranya berhasil diamankan oleh warga sebelum aparat kepolisian datang ke lokasi guna mengendalikan situasi dan mencegah konflik semakin meluas.

Akibat kejadian tersebut, Farhan mengalami luka di bagian kepala dan segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah menjalani perawatan, kondisinya dinyatakan stabil dan diperbolehkan pulang.

Kasus perang sarung yang berujung kekerasan ini kini dalam penanganan serius pihak kepolisian. Unit Reskrim Polsek Sukolilo bersama Polres Bangkalan tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap korban dan sejumlah saksi.

Kepolisian juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, khususnya pada jam-jam rawan selama bulan Ramadan, guna mencegah aksi serupa yang dapat membahayakan keselamatan orang lain. (**)

Sumber: beritasatu.com
Penulis: Rainila Otek, Mahasiswa Magang Unitri Malang
Editor : Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow