Pemprov Jatim dan Pemkab Bondowoso Akan Tambal Lubang Jalur Alternatif Pasca Penutupan Jembatan Sentong
emprov Jatim dan Pemkab Bondowoso bergerak cepat menambal lubang di jalur alternatif pasca penutupan Jembatan Sentong. Emil Elestianto Dardak dan Abdul Hamid Wahid memastikan perbaikan difokuskan pada penanganan titik berlubang agar aman dilalui selama pembangunan jembatan berlangsung.
BONDOWOSO, SJP – Penutupan total Jembatan Sentong di Kelurahan Nangkaan, Kabupaten Bondowoso, membuat arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif berstatus jalan kabupaten. Namun, kondisi ruas tersebut yang berlubang menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan provinsi.
Menanggapi situasi tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan, perbaikan jalan alternatif menjadi langkah prioritas agar mobilitas warga tetap aman selama proses pembangunan jembatan berlangsung.
“Memang ada bolong-bolong karena biasanya jalan itu tidak menjadi prioritas utama. Tapi sekarang harus ditangani,” ujar Emil saat meninjau lokasi, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, jalur tersebut sebelumnya bukan lintasan utama sehingga penanganannya tidak menjadi fokus. Namun dengan penutupan Jembatan Sentong, kondisi berubah dan perbaikan harus segera dilakukan.
“Tidak apa-apa belum bisa langsung mulus. Yang penting jangan berlubang dan membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.
Emil menjelaskan, perbaikan dilakukan melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Pemprov akan memberikan bantuan material aspal melalui Dinas Pekerjaan Umum, sementara pelaksanaan teknis penambalan dilakukan oleh pemerintah kabupaten.
“Kita biasanya punya program bantuan aspal. Material dari provinsi, pengerjaan di lapangan oleh kabupaten. Tujuannya supaya masyarakat bisa lewat dengan aman,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan mampu meminimalisasi risiko kecelakaan serta menjaga kelancaran arus kendaraan yang kini terfokus di jalur alternatif.
Sementara itu, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait percepatan penanganan jalan berlubang tersebut.
“Kita sudah koordinasi. Ada bantuan aspal dari provinsi dengan skema sharing pekerjaan untuk penggarapan jalan alternatif ini. Insya Allah segera kita laksanakan,” ujarnya.
Ia mengakui, karena keterbatasan waktu dan anggaran, perbaikan tahap awal difokuskan pada penambalan lubang agar tidak membahayakan pengguna jalan.
“Yang penting tidak ada lubangnya dulu,” tegasnya.
Penutupan Jembatan Sentong memang berdampak pada aktivitas ekonomi warga sekitar. Namun pemerintah menilai perbaikan jalur alternatif menjadi langkah awal yang krusial untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Sementara itu, pembangunan ulang Jembatan Sentong sendiri diperkirakan berlangsung sekitar delapan bulan. Pemerintah berharap, selama masa pengerjaan, jalur alternatif yang telah ditambal dapat menjadi solusi sementara yang aman dan layak dilalui. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

